Suara.com - Polres Jakarta Pusat terus memeriksa dan mendalami member Pusat Kebugaran T1 Sauna di Ruko Plaza Harmoni, Gambir, Jakarta Pusat. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam bisnis prostitusi lelaki penyuka sesama jenis (gay) di T1 Sauna.
"Mereka juga kan punya member, itu yang akan digali terus," kata Wakapolres Jakarta Pusat, AKBP Asep Guntur Rahayu, saat dihubungi Suara.com, Minggu (8/10/2017).
Seperti diketahui, kepolisian Polres Jakarta Pusat menggeberek Pusat Kebugaran T1 Sauna pada, Jumat (6/10/2017) malam. Dalam penggeberekan tersebut, polisi berhasil menjaring 51 orang.
Tujuh diantaranya diketahui berkewarganegaraan asing, yakni empat orang asal Cina dan masing-masing satu orang dari Singapura, Thailand, dan Malaysia.
Menurut Asep, jumlah ini bisa saja bertambah saat polisi melakukan pendalaman terhadap kasus ini.
"Jadi ini masih terus diselidiki," ujar Asep.
Dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka berinisial GG, GCMP, NA, TS, KH, dan satu orang berinisial HI yang masih buron.
Keenam orang tersebut berperan sebagai pemilik spa, pengelola, karyawan dan kasir. Sementara untuk yang lainnya, masih berstatus sebagai saksi.
Keenam tersangka disangkakan melanggar Pasal 30 jo Pasal 4 ayat 2 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 dan atau Pasal 296 KUHP dengan ancaman pidana enam tahun penjara.
Baca Juga: Beda saat Lawan Kamboja, Suporter Timnas Banjiri Wibawa Mukti
Dari hasil penggeberekan pesta gay itu, polisi menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya sejumlah minyak pelumas, kondom, alat bantu seks, alat penghitung uang serta uang tunai senilai Rp14 juta.
Berita Terkait
-
Identitas 2 Kerangka Gosong di Gedung ACC Diumumkan Besok, Polda Undang Keluarga Reno, Ada Apa?
-
Fakta Baru Penggerebekan Pesta Gay di Surabaya, Ada Satu ASN!
-
Penggerebekan Pesta Seks Sesama Jenis di Surabaya: Polisi Ciduk 34 Pria Tanpa Busana!
-
Geger Ibu dan Bayinya jadi 'Tahanan' Kasus Perdata, Polisi Ungkap Alasan Jebloskan Rini ke Penjara
-
Viral Detik-detik Polisi Gerebek Pesta Gay di Puncak Bogor, Puluhan Pria Tertangkap Telanjang Bulat!
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Main Mata Nilai Pajak, Oknum Pegawai DJP Tak Berkutik Terjaring OTT KPK
-
LBHM Beri 4 Catatan 'Pedas' untuk Indonesia yang Baru Saja Jadi Presiden Dewan HAM PBB
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
Kasus Isu Ijazah Palsu Jokowi, PSI Desak Polisi Segera Tahan Roy Suryo Cs
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji