KPU. [Suara.com/Nikolaus Tolen]
Partai Amanat Nasional mengapresiasi Komisi Pemilihan Umum karena menyiapkan Sistem Informasi Partai Politik sehingga memudahkan partai mendaftar menjadi calon peserta pemilu.
"Kami menganggap ikhtiar untuk memodernisasi demokrasi melalui sipol patut diapresiasi. Kami bisa katakan, walau pada awalnya ada kesulitan teknis, tapi sepanjang malam kami nikmati bagian input sipol ini," kata Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais usai mendaftarkan PAN menjadi calon peserta pemilu di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/10/2017).
Berbeda dengan Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Pareira yang justru mengkritik sipol. Menurut Andreas sipol justru menghambat kecepatan pengisian data, terutama data pengurus partai di tingkat daerah.
"Pengisian di tingkat pusat dan provinsi relatif tidak ada masalah. Kendalanya di kabupaten dan kota. Ada kendala SDM dan koneksi internet," katanya.
Hanafi mengakui memang ada kesulitan untuk memasukkan data ke sistem. Sebab, data yang dimasukkan merupakan rekap kartu tanda anggota, pengurus, dan sejumlah persyaratan lain.
"Memang perlu adaptasi di awal karena syaratnya demikian rigid. Setelah kita pelajari, maka kita buat tim untuk memasukkan data dan kelanjutannya kita jalani dengan lebih mudah. Kendala teknis misalnya sempat break server selama sejam tapi keseluruhan lancar," kata Hanafi.
Hanafi berharap KPU menjamin keamanan data yang telah dimasukkan ke sipol, mengingat sekarang marak kasus kejahatan dunia maya.
"Mohon dijamin betul keamanan data-data yang kami sudah serahkan ke KPU dari segala potensi kejahatan cyber crime yang belakangan ini marak. Kita ingin mohon dijaga privasi data pribadi seluruh anggota tersebut;" kata Hanafi.
"Kami menganggap ikhtiar untuk memodernisasi demokrasi melalui sipol patut diapresiasi. Kami bisa katakan, walau pada awalnya ada kesulitan teknis, tapi sepanjang malam kami nikmati bagian input sipol ini," kata Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais usai mendaftarkan PAN menjadi calon peserta pemilu di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/10/2017).
Berbeda dengan Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Pareira yang justru mengkritik sipol. Menurut Andreas sipol justru menghambat kecepatan pengisian data, terutama data pengurus partai di tingkat daerah.
"Pengisian di tingkat pusat dan provinsi relatif tidak ada masalah. Kendalanya di kabupaten dan kota. Ada kendala SDM dan koneksi internet," katanya.
Hanafi mengakui memang ada kesulitan untuk memasukkan data ke sistem. Sebab, data yang dimasukkan merupakan rekap kartu tanda anggota, pengurus, dan sejumlah persyaratan lain.
"Memang perlu adaptasi di awal karena syaratnya demikian rigid. Setelah kita pelajari, maka kita buat tim untuk memasukkan data dan kelanjutannya kita jalani dengan lebih mudah. Kendala teknis misalnya sempat break server selama sejam tapi keseluruhan lancar," kata Hanafi.
Hanafi berharap KPU menjamin keamanan data yang telah dimasukkan ke sipol, mengingat sekarang marak kasus kejahatan dunia maya.
"Mohon dijamin betul keamanan data-data yang kami sudah serahkan ke KPU dari segala potensi kejahatan cyber crime yang belakangan ini marak. Kita ingin mohon dijaga privasi data pribadi seluruh anggota tersebut;" kata Hanafi.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Mengapa KPU Tak Verifikasi Keaslian Ijazah Jokowi Saat Pilpres 2014?
-
Ijazah Jokowi Tanpa Sensor Akhirnya Dirilis, Drama Berjilid-jilid Segera Berakhir?
-
Profil Bonatua Silalahi, Peneliti yang Ungkap Salinan Ijazah Jokowi di KPU
-
Ini dia Penampakan Salinan Ijazah Jokowi Telegalisir dari KPU
-
Doktor Ahli Pengadaan yang Bikin KPU Keok Terkait Ijazah Jokowi: Siapa Sebenarnya Bonatua Silalahi?
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital