Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno mengatakan PAN tak mau buru-buru memutuskan nama calon gubernur Jawa Barat tahun 2018.
"Ada AA Gym, Agung Suryamal, Ketua Kadin Jabar, Dedi Yusuf yang akan diusung Demokrat, sedang digodok, kami yang ada di poros tengah," kata Eddy di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/10/2017).
Eddy mengatakan PAN intensif berkomunikasi dengan sejumlah nama yang sudah beredar di publik. PAN sedang mempertimbangkan betul sebelum menjatuhkan pilihan.
"Banyak yang mengatakan siap maju kalau didukung parpol, jaminan itu yang diperlukan terutama mereka yang tak punya partai," kata Eddy.
Sebelumnya, PAN disebut-sebut akan mendukung pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu.
Eddy mengungkapkan awalnya ingin mendorong kader sendiri, Wali Kota Bogor Bima Arya, untuk maju. Namun, Bima tidak mau.
Ada tiga nama yang tingkat elektabilitasnya selalu tertinggi yaitu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, dan Bupati Purwakarta Deddy Mulyadi.
Sekretaris jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengakui nama Ridwan Kamil menjadi top survei calon gubernur.
"Tapi survei bukan satu-satu-nya. Bagi kami, kekuatan gotong royong partai dalam menyatu dengan rakyat itu sebagai modal yang sangat penting. Kepercayaan rakyat sebagai modal yang sangat penting," ujar Hasto di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro 58, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/9/2017).
Meski belum menentukan akan mengusung siapa di pilkada Jawa Barat, partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri sudah menyiapkan mesin partai untuk memenangkan pesta demokrasi.
"Sehingga pilkada bukan berbasiskan elektoral dan elektabilitas semata, tapi pilkada didasarkan komitmen untuk membangun masyarakatnya dan juga komitmen menciptakan pemerintahan yang baik, bersih, dan berkebudayaan," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Perang Bintang di Pilkada Jabar: Deretan Pesohor Rebut Kursi Kekuasaan
-
Harta Kekayaan Dedi Mulyadi: Menang Pilgub Jabar 2024, Mantan Istri Kalah Telak di Pilkada Purwakarta!
-
Deretan Kontroversi Dedi Mulyadi: Dituding Musyrik hingga Digugat Cerai Istri, Kini Menang Telak Pilgub Jabar 2024!
-
Nyoblos Pilkada Jabar, RK Kaget Lihat Bocil Pakai Jersey Viking-The Jak: Beli di Mana?
-
Mau Gaet Suara Anak Abah di Jabar, Syaikhu-Ilham Habibie Harap Anies Turun Gunung Kampanye
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia