Abraham Lunggana [Lulung] [suara.com/Bowo Raharjo]
Wakil Ketua DPRD Jakarta dari Fraksi PPP Abraham Lunggana menegaskan rapat paripurna istimewa untuk mendengarkan program serta visi dan misi Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno wajib dilaksanakan.
"Harus dong ada, kita saling menghargai dong. Ini kan judulnya pidato sambutan gubernur, wali kota," ujarnya di gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2017).
Lulung mengatakan hal tersebut sudah diatur dalam surat edaran nomor SE.162/3484/OTDA tentang Pidato Sambutan Gubernur/Bupati/Wali Kota pada sidang paripurna DPRD. Surat tersebut dikeluarkan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono pada 10 Mei 2017.
"Ini seluruh Indonesia diperintahkan gubernurnya untuk menyelenggarakan rapat dengan kita (DPRD) bagi gubernur bupati dan wali kota yang telah dilantik untuk menyampaikan pidato sambutan sebagai bupati wali kota pada sidang paripurna istimewa masing-masing dewan perwakilan rakyat," kata Lulung.
Namun, kata Lulung, Ketua DPRD Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Prasetio Edi Marsudi belum pernah mengajak empat wakil ketua dewan untuk membahas agenda rapat paripurna istimewa.
Lulung pun menganggap Prasetio belum bisa menerima Anies dan Sandiaga.
"Move on dong, ini kan gubernur Jakarta, maaf ya, kamu misalkan dukung Agus, saya Anies, dan kamu dukung Ahok, sekarang yang kepilih gubernur siapa? gubernur Jakarta, iya dong," kata Lulung.
Di Pilkada Jakarta periode 2017 - 2022, PDI Perjuangan merupakan pendukung pasangan petahana yang kalah, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.
"Ayo dong (Prasetio) ajak kami ngomong, jangan terus dia mau bawa diri, emang ini DPRD punya Pras? Punya pimpinan, punya satu partai?," ujar Lulung.
Lulung mengaku siap menggunakan anggaran pribadi untuk membiayai rapat paripurna istimewa jika nanti Prasetio beralasan tidak ada anggaran untuk penyelenggaraan rapat.
"Ada muatan politik, belum move on, dia (Prasetio) nggak sadar kalau ini adalah yang terpilih gubernur Jakarta, coba kalau yang terpilih orang dia? Dia bikin (acara) besar-besaran," kata Lulung.
Lulung mengatakan akan bertemu tiga wakil DPRD dalam waktu dekat untuk bicara.
"Emang ini DPRD punya dia, punya satu partai? Ini institusi negara, institusi pemerintah. Seenak saja dia (Prasetio)," katanya.
"Harus dong ada, kita saling menghargai dong. Ini kan judulnya pidato sambutan gubernur, wali kota," ujarnya di gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2017).
Lulung mengatakan hal tersebut sudah diatur dalam surat edaran nomor SE.162/3484/OTDA tentang Pidato Sambutan Gubernur/Bupati/Wali Kota pada sidang paripurna DPRD. Surat tersebut dikeluarkan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono pada 10 Mei 2017.
"Ini seluruh Indonesia diperintahkan gubernurnya untuk menyelenggarakan rapat dengan kita (DPRD) bagi gubernur bupati dan wali kota yang telah dilantik untuk menyampaikan pidato sambutan sebagai bupati wali kota pada sidang paripurna istimewa masing-masing dewan perwakilan rakyat," kata Lulung.
Namun, kata Lulung, Ketua DPRD Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Prasetio Edi Marsudi belum pernah mengajak empat wakil ketua dewan untuk membahas agenda rapat paripurna istimewa.
Lulung pun menganggap Prasetio belum bisa menerima Anies dan Sandiaga.
"Move on dong, ini kan gubernur Jakarta, maaf ya, kamu misalkan dukung Agus, saya Anies, dan kamu dukung Ahok, sekarang yang kepilih gubernur siapa? gubernur Jakarta, iya dong," kata Lulung.
Di Pilkada Jakarta periode 2017 - 2022, PDI Perjuangan merupakan pendukung pasangan petahana yang kalah, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.
"Ayo dong (Prasetio) ajak kami ngomong, jangan terus dia mau bawa diri, emang ini DPRD punya Pras? Punya pimpinan, punya satu partai?," ujar Lulung.
Lulung mengaku siap menggunakan anggaran pribadi untuk membiayai rapat paripurna istimewa jika nanti Prasetio beralasan tidak ada anggaran untuk penyelenggaraan rapat.
"Ada muatan politik, belum move on, dia (Prasetio) nggak sadar kalau ini adalah yang terpilih gubernur Jakarta, coba kalau yang terpilih orang dia? Dia bikin (acara) besar-besaran," kata Lulung.
Lulung mengatakan akan bertemu tiga wakil DPRD dalam waktu dekat untuk bicara.
"Emang ini DPRD punya dia, punya satu partai? Ini institusi negara, institusi pemerintah. Seenak saja dia (Prasetio)," katanya.
Komentar
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius