Suara.com - Tim Disaster Victim Identification Polri kembali mengidentifikasi lima jenazah korban ledakan pabrik petasan, PT. Panca Buana Cahaya Sukses.
"Berdasarkan hasil sidang rekonsiliasi pada pukul 10.00 WIB. Ada lima jenazah yang dinyatakan terindentifikasi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di RS Polri, Minggu (29/10/2017)
Jenazah nomor register 353 teridentifikasi sebagai Asep Angga Gunawan, warga Subang, Jawa Barat.
"Teridentifikasi melalui gigi, medis dan properti," kata Argo.
Jenazah dengan nomor register 354 teridentifikasi bernama Maryati Binti Dai. Almarhumah berasal dari Tangerang, Banten.
"Kedua, body bag nomor 14/RSP/001 dengan nomor Register 346 terindentifikasi sebagai Aminah binti Ambeng, alamat Tangerang, Banteng," kata Argo.
Jenazah tersebut teridentifikasi melalui sampel DNA dan rekam medis
Tim DVI Polri juga berhasil mengidentifikasi jenazah perempuan bernama Nilawati.
"Alamat Tangerang, Banten. Teridentifikasi melalui medis dan properti," katanya.
Jenazah nomor register 334 teridentifikasi bernama Unia yang beralamat di Tangerang. Dia terdeteksi melalui DNA dan gigi.
Dengan demikian, dari 47 jenazah yang masuk RS Polri, sudah teridentifikasi sebanyak sembilan jenazah.
Pabrik petasan tersebut terbakar hebat pada Kamis (26/10/2017). Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka yaitu pemilik Panca Buana Cahaya Sukses ; Indra Liyino, Direktur Operasional Panca Buana Suksek; Andri Hartanto, dan, tukang las bernama Suparna Ega.
Berita Terkait
-
Hukum Menyalakan Petasan dalam Islam: Perbuatan Bahaya dan Mubazir
-
5 Fakta Ledakan Bahan Petasan di Magelang: Belasan Rumah Hancur, Jasad Korban Tak Utuh
-
Ledakan Petasan Maut di Magelang, Satu Orang Meninggal dan 11 Rumah Rusak
-
Ledakan Dahsyat di Blitar, Ketahui 4 Risiko Bermain Petasan
-
Kronologi Ledakan Rumah Produksi Mercon di Blitar, Ada Korban Tertimbun Puing Bangunan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT
-
Gubernur Pramono Lantik Serentak 11 Pejabat DKI: Syafrin Liputo Resmi Jadi Wali Kota Jaksel
-
Drama 13 Hari Siswi SMK Bekasi Hilang Usai Diusir Ibu, Berhasil Dilacak Lewat Sinyal HP
-
Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI
-
Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas
-
Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni
-
Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030
-
Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah
-
Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan
-
Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!