Suara.com - Istri BJW yang diduga turut bersekongkol dalam aksi penculikan anak berinisial KH (10) berhasil ditangkap Kepolisian Korea Selatan. Dia ditangkap setelah suami dan pelaku lain, SSW, diringkus di Jakarta pada Rabu (1/11/2017), malam.
"Istri pelaku sudah ditangkap kemarin di Korsel. Sedang proses di kepolisian," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jumat (3/11/2017).
Peran istri BJW meminta tebusan uang dengan mendatangi rumah orangtua korban di Korea Selatan.
"Istrinya ini yang ada di Korsel meminta uang tebusan sebesar Rp1,8 miliar," kata Argo.
Uang terbusan diberikan sebanyak dua kali. Pertama, sebesar 50 juta won pada 25 Oktober 2017. Kedua, berjumlah 100 juta won pada 31 Oktober 2017.
Atase Polisi Kedubes Korsel Kolonel Jeong Jicheon mengapresiasi Polda Metro Jaya karena berhasil menangkap dua pelaku sekaligus menyelamatkan KH.
"Terimakasih telah membantu kami dalam kasus penculikan. Duta besar korea juga menyampaikan telah bantuan atas kerjasama untuk kasus ini," kata Jicheon melalui seorang penerjemah.
Jicheon berharap kerjasama Kepolisian Indonesia dan Korsel semakin baik di masa mendatang.
Polisi telah menyerahkan BJW dan SSW ke Kedubes Korsel agar dideportasi. KH sudah dibawa kembali ke Korsel oleh orangtuanya pada Kamis (2/11/2017), malam.
Kedua pelaku menculik bocah tersebut dari Korsel dan membawanya ke Indonesia pada 24 Oktober 2017. Modus penculikan yang dilakukan pelaku yakni mengajak korban berlibur ke Bali.
Polisi menangkap kedua pelaku di lokasi berbeda. JBW ditangkap polisi saat berada Fraser Resisdance Sudirman di Jalan Setiabudi Raya Nomor 9, Jakarta Selatan, Rabu (1/11/2017) malam. Di hotel tersebut, polisi juga menemukan KH, dan tiga bocah yang merupakan anak kandung JBW.
Sedangkan SSW diringkus saat berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Diduga WN Korsel itu hendak pulang ke negara asalnya.
Berita Terkait
-
Industri Film Korsel Kembali Jaya Pasca-Pandemi, Berkat The King's Warden?
-
Bukan Sembarang Donat, Ini 5 Keunikan Kkwabaegi, Donat Kepang Khas Korea
-
Samakdo: Film Horor Korea Selatan Terbaik dengan Misteri Sekte yang Sesat!
-
Nacific Berasal dari Mana? Brand yang Jadi Incaran Pecinta Skincare
-
Apa Beda Slow Jogging dan Lari Biasa? Kenali 5 Perbedaannya Sebelum Coba!
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Ribuan Siswa Manfaatkan PIJAR, Telkom Perluas Pemanfaatan Pendidikan Digital
-
Insentif Kendaraan Listrik Harus Diarahkan ke Mobil Murah dengan TKDN Tinggi
-
Hanya Penyadapan yang 100 Persen, Dewas KPK Ungkap Banyak Laporan Penindakan yang 'Molor'
-
Pariwisata Kuatkan Ekonomi, Pendidikan Menjaga Jiwa Budaya Suku Osing
-
Iming-iming 'Dimudahkan Rezekinya', Modus Guru Ngaji Pelaku Pencabulan di Sukabumi
-
4 Pilihan Sepatu Lari Lokal Lycan, Ada yang Dipakai Ganjar Pranowo
-
Farizon Gandeng 5 Mitra Strategis, Serahkan Unit SV di GIIAS 2026
-
Cegah Kebakaran Susulan, Gulkarmat Jaktim Masih Siagakan Personil di TPS Kramat Jati
-
Mengenal Komunitas Parkour Jakarta: Mengubah Stigma Olahraga Ekstrem Jadi Seni Disiplin Tubuh
-
3 Parfum BOHE Unisex Paling Wangi dan Tahan Lama Sesuai Review Pembeli