- Pemprov DKI Jakarta resmi bermitra dengan Provinsi Jeju, Korea Selatan, melalui penandatanganan MoU pada Sabtu, 25 April 2026.
- Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan, inovasi energi terbarukan, serta peningkatan infrastruktur kota yang inklusif.
- Sinergi ini bertujuan mempercepat transformasi Jakarta menjadi kota global dan mencapai target masuk 50 besar dunia tahun 2030.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menjalin kemitraan strategis dengan Provinsi Otonomi Khusus Jeju, Korea Selatan, guna mengakselerasi transformasi Jakarta menjadi kota global yang kompetitif.
Kerja sama bertajuk Sister City ini difokuskan pada pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan, ekonomi, dan inovasi energi terbarukan.
Kesepakatan tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Gubernur Jeju, Oh Young-hun, di KBRI Seoul, Korea Selatan, Sabtu (25/4/2026).
Pramono Anung menegaskan bahwa Jeju dipilih sebagai mitra karena keberhasilannya dalam mengelola industri pariwisata ramah lingkungan serta kemajuan di bidang energi baru.
Melalui kolaborasi ini, Jakarta berharap dapat mengadopsi teknologi dan strategi manajemen kota modern untuk memoles wajah ibu kota di kancah internasional.
“Jeju merupakan mitra strategis, terutama dalam pengembangan pariwisata dan energi berkelanjutan. Kami ingin kerja sama ini memberikan dampak konkret bagi masyarakat di kedua wilayah,” ujar Pramono dalam keterangannya.
Target 50 Besar Kota Global
Kemitraan ini merupakan langkah taktis Pemprov DKI untuk mengejar target masuk dalam jajaran 50 besar kota global (Top 50 Global Cities) pada tahun 2030.
Selain pariwisata, poin krusial dalam kerja sama ini adalah pertukaran inovasi di bidang infrastruktur hijau guna menciptakan kota yang lebih inklusif dan layak huni.
Baca Juga: Ancaman Penurunan Tanah Mengintai Pesisir Jakarta, Teknologi Vakum Jadi Andalan Baru Pengembang
Jakarta membidik potensi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dengan mempelajari model destinasi pelesir yang ditawarkan Pulau Jeju, yang selama ini menjadi salah satu ikon wisata terbaik di Asia.
“Kami berkomitmen mewujudkan masa depan yang lebih terhubung, inklusif, dan berkelanjutan bagi Jakarta dan Jeju,” ujar Pramono.
Penandatanganan MoU ini juga disaksikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan.
Pemerintah optimistis sinergi lintas negara ini akan memperkuat daya saing Jakarta sebagai pusat bisnis dan pariwisata yang berkelanjutan di kawasan regional.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik