Suara.com - Kepadatan penduduk yang tinggi di kawasan perkotaan di Indonesia terjadi akibat arus urbanisasi yang deras dan membuat kehidupan di kota menjadi tidak nyaman. Kota-kota menghadapi tantangan, seperti munculnya kawasan kumuh di kota besar, degradasi lingkungan, kesenjangan sosial hingga tingkat kriminalitas yang tinggi. Saat ini, diperkirakan lebih dari 53 persen penduduk Indonesia memilih tinggal di kota.
"Kolaborasi diperlukan antara pemerintah pusat dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk mewujudkan perkotaan yang lebih layak huni berdasarkan konsep pembangunana inovatif, kreatif dan terpadu sesuai dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW). Upaya tersebut melalui peningkatan layanan infrastruktur dasar pemukiman, air minum dan sanitasi layak," kata Sekjen Kementerian PUPR, Anita Firmanti dalam sambutannya mewakili Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, saat membuka Pameran Hari Habitat Dunia (HHD) dan Hari Kota Dunia (HKD) Tahun 2017 di Kampus Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (6/11/2017).
Untuk memperkuat kerja sama yang sudah terjalin, dilakukan penandatanganan pernyataan komitmen pembangunan perkotaan berkelanjutan antara pemerintah pusat yang diwakili Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Sri Hartoyo dengan 27 kepala daerah di Indonesia. Sebelum ditandatangani, pernyataan komitmen dibacakan oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, yang intinya, komitmen merupakan bentuk pelaksanaan amanat UU No. 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta melaksanakan kesepakatan dunia tentang Pembangunan Berkelanjutan dan Agenda Baru Perkotaan yang bertujuan mewujudkan kota yang inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan.
Terdapat lima poin yang disepakati untuk dilaksanakan dengan sunguh-sungguh dan konsisten yakni ;
Pertama, bersama-sama dengan seluruh lapisan masyarakat akan menyelenggarakan pembangunan kota dengan perencanaan dan penganggaran yang transparan untuk mewujudkan permukiman yang aman, tangguh dan berkelanjutan untuk semua tanpa terkecuali.
Kedua, berkolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan seluruh masyarakat dalam rangka menyelenggarakan pembangunan perkotaan dan kewilayahan yang inovatif, kreatif dan terpadu, sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Ketiga, secara pro-aktif dan inovatif, menyediakan perumahan layak dan terjangkau serta meningkatkan kualitas dan mencegah permukiman kumuh, melalui penyediaan infrastruktur dasar permukiman, antara lain layanan air minum aman, sanitasi layak, akses pada ruang publik serta akses yang menghubungkan masyarakat pada fasilitas publik maupun fasilitas lainnya untuk melaksanakan kegiatan produktif.
Keempat, secara pro-aktif dan inovatif, bersama dengan seluruh warga kota melaksanakan peraturan bangunan gedung yang tertib dan andal, serta semua peraturan untuk perwujudan permukiman layak, melalui perkuatan kapasitas unit pengelola layanan permukiman untuk pembangunan perkotaan berkelanjutan.
Kelima, penyataan akan memimpin segenap upaya penanggulangan kemiskinan dalam rangka pemerataan pembangunan melalui pembangunan perkotaan berkelanjutan yang produktif dan tanggap terhadap perkembangan kota, berdasarkan karakteristik, potensi wilayah, dan pelestarian budaya lokal.
Sebanyak 27 Kabupaten/Kota Menyatakan Siap Menata Kota
Ke-27 daerah tersebut terdiri dari 24 Kota dan 3 Kabupaten, yakni Kota Surabaya, Balikpapan, Bogor, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Medan, Malang, Palu, Kupang, Jayapura, Banjarmasin, Ternate, Banda Aceh, Yogyakarta, Palembang, Semarang, Pekalongan, Palangkaraya, Manado, Kendari, Tarakan, Ambon dan Sorong, Kabupaten Nunukan, Sumbawa Barat, dan Sumbawa.
Sri Hartoyo mengatakan, semua daerah tersebut memiliki komitmen dan sangat siap dalam melakukan penataan kota bila dibandingkan dengan daerah lain. Kesiapan terebut dalam hal program di masing-masing wilayah, dan anggaran untuk penataan kawasan.
“Tidak mungkin upaya penanganan kawasan kumuh tanpa komitmen atau prakarsa, menyediakan anggaran pengelolaan, sampai mendampingi masyarakatnya berpartisipasi aktif. Tanpa itu semua, kegiatan penanganan kawasan kumuh tidak bisa dilakukan,” katanya.
Menurutnya, daerah lain bisa saja ikut dalam komitmen penyelenggaran tata kota yang layak ini sepanjang mereka siap, sehingga pemerintah akan melakukan pengawasan terkait pelaksanaan program tersebut.
“Dan yang menjadi nakhoda adalah pemerintah daerah untuk mencitptakan tata kota yang layak dan nyaman,” katanya
Pameran dilaksanakan selama dua hari, yaitu 6 - 7 November 2017. Pameran diikuti oleh 36 booth, diantaranya Kementerian PUPR, pemerintah daerah, perguruan tinggi sampai kelompok masyarakat yang terlibat dalam program penyediaan infrastruktur dasar, seperti air minum, sanitasi, dan penataan kawasan kumuh.
Selain pameran, juga digelar diskusi dan peluncuran buku Panduan Praktis Implementasi Agenda Baru Perkotaan (New Urban Agenda) dan The State of Indonesian Cities 2017 oleh Kepala BPIW, Rido Matari Ichwan, dan dilakukan penyerahan secara simbolis kepada Walikota Ternate, Burhan Abdurahman, Bupati Sumbawa Barat, Musyafirin, Asosiasi Filantropi Indonesia, Timotius Lesmana, dan akademisi Teti Armiati.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Jet F-16 Israel Dikabarkan Rontok di Iran, Klaim IRGC dan Bantahan Tel Aviv Jadi Sorotan
-
Lebaran, Prabowo Silaturahmi via Telepon dengan Erdogan hingga Mohammed bin Salman
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat