Suara.com - Gubernur Jakarta Anies Baswedan klaim masih ingat dengan kontrak politik yang pernah ditandatangani dengan Koalisi Buruh Jakarta saat Pilkada Jakarta 2017 lalu. Sekarang dia dituding pembohong sampai dilabeli sebagai 'bapak upah murah' oleh kelompok buruh.
"Ya ada (kontrak politik)," ujar Anies di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (10/11/2017).
Satu dari sepuluh poin itu adalah menetapkan Upah Minimum Provinsi Jakarta lebih tinggi dari yang ditentukan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, melalui mekanisme dewan pengupahan. Serta menetapkan upah sektoral dan struktur skala upah sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003.
Anies berjanji akan merealisasikan semua janji yang pernah ia tawarkan bersama Sandiaga Uno ke warga saat masa kampanye.
"Mengenai (janji) itu beri kami waktu untuk kami bisa menjalankan. Ada yang bisa dikerjakan bulan ini, bulan depan. Semuanya perlu untuk pelaksanaan, karena itu beri kami waktu dan akan kami tunaikan semua," kata Anies.
Siang hingga petang tadi Koalisi Buruh Jakarta melakukan demonstrasi di depan pagar Balai Kota Jakarta. Mereka kecewa dan merasa dibohongi Anies dan Sandiaga, khususnya setelah Pemerintah DKI memutuskan UMP Jakarta tahun 2018 sebesar Rp3.648.035.
Dalam aksinya, buruh Jakarta yang tergabung dari berbagai serikat pekerja juga resmi mencabut mandat dukungan ke Anies dan Sandiaga.
Mewakili perasan buruh, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal mengaku kecewa telah ikut memenangkan Anies dan Sandiaga di Pilkada Jakarta 2017 lalu.
"Hari ini atas nama buruh Jakarta, kami nyatakan cabut mandat untuk Anies dan Sandi, gubernur pembohong dan wakil gubernur Jakarta pembohong," ujar Iqbal di atas mobil komando, depan Balai Kota Jakarta, Jumat siang.
Baca Juga: Anies Akui Belum Bisa Penuhi Janji Kampanyenya ke Buruh
Serikat pekerja menuntut UMP tahun depan Rp3.917.398 atau lebih besar Rp269 ribu dari usulan pengusaha dan pemerintah. Tetapi usulan buruh yang dihitung berdasarkan hasil survei kebutuhan hidup layak ditambah inflasi diabaikan pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Terungkap! Sikka Punya 30 Pub tapi Mayoritas Bodong, Jadi Sarang Eksploitasi Perempuan?
-
Meki Nawipa Lepas Ekspor Perdana Hasil Perikanan Papua Tengah ke Pasar Internasional
-
Buntut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake
-
Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Akan Ajukan Banding
-
Vonis Nadiem Diwarnai Dissenting Opinion, Hakim Nilai Tak Ada Bukti Niat Jahat
-
Siapa Hakim Andi Saputra? Dissenting Opinion dan Minta Nadiem Makarim Dibebaskan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Beda Drastis dari Hari Pertama, Pendukung Roy Suryo Tak Lagi Padati PN Jaksel
-
Ambil Alih Lahan di Kedoya, Kuasa Hukum Ahli Waris Bongkar Modus Surat Mencari Tanah
-
Dokter Icha Tewas Diduga Diintimidasi Anggota DPRD, Puan Maharani Murka: Usut Tuntas!