Suara.com - Presiden Joko Widodo memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata (TMPNU), Jakarta. Upacara dimulai pada pukul 08.15 WIB diawali dengan hening cipta selama 60 detik.
"Untuk mengenang arwah para pahlawan, mengheningkan cipta dimulai," ujarnya.
Di pengujung upacara, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin membacakan doa untuk arwah para pahlawan.
Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla, didampingi Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah menteri anggota Kabinet Kerja lainnya menabur bunga di makam Pahlawan Revolusi, Alm. H. Adam Malik, Alm. H. Umar Wirahadikusumah, Alm. H. Soedharmono, Almh. Hj. Ainun Habibie, Alm. H. Taufiq Kiemas, Pahlawan Prajurit Tamtama, dan pahlawan tak dikenal.
Tabur Bunga di Teluk Jakarta
Sementara itu, pada hari dan jam yang sama di laut, berlangsung upacara tabur bunga yang dipimpin Inspektur Upacara Ketua DPD RI, Dr. Oesman Sapta Odang. Bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Letkol Inf. Triono, yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Yonif Mekanis 203 Arya Kamoning.
Kegiatan ini diikuti lebih kurang 1.000 orang terdiri dari para pejabat tinggi negara dan berbagai unsur masyarakat.
Dalam upacara yang berlangsung sambil berlayar membelah Teluk Jakarta ini, Kementerian Sosial RI memberikan bantuan para veteran dan pelaku sejarah. Bantuan berupa empat kursi roda, 72 kacamata baca lansia, sembilan tongkat lansia dan 10 alat bantu dengar.
Pemberian alat bantu untuk lansia ini, secara simbolis disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Harry Z Soeratin dan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Hartono Laras, kepada ahli waris pelaku sejarah KRI Macan Tutul, yakni Ibu Asmitar Machfoed (istri dari Kolonel Laut Alm. Machfoed dan Ibu Sri Rachmani (istri dari Mayor Laut Alm. Memet S). Keduanya mendapatkan masing-masing satu kursi roda.
Hartono Laras mengungkapkan, peringatan Hari Pahlawan merupakan agenda nasional yang diperingati setiap tahun, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Peringatan ini sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa para pahlawan dan pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tetap utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Melalui Peringatan Hari Pahlawan 2017, diharapkan segenap elemen bangsa dapat bersatu padu menyatukan langkah membangun negeri dengan lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas