Suara.com - Hari kedua dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto dikirimi karangan bunga, dari Sam Aliano dan Riza Villano SP.
Adapun karangan bunga dari Sam Aliano bertuliskan "Semoga Lekas Sembuh Papa Tiang Listrik, #Save Tiang Listrik."
Sedangkan karangan bunga dari Riza Villano SP berisi tulisan, "Semoga Lekas Sembuh Bapak Setya Novanto, menuju Indonesia Adil Jujur, Berintegritas, Bebas Korupsi."
Adapun karangan bunga ini diantar oleh dua orang pria yang merupakan kurir Adelya Florist, Minggu (18/11/2017). Mereka meletakan karangan bunga kemudian pergi tanpa memberikan keterangan kepada awak media.
Kedua karangan bunga itu diletakkan di depan lobby RSCM Kencana, Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, pada 10.41 WIB. Namun, dua puluh menit kemudian, karangan bunga tersebut dipindahkan ke belakang RSCM dekat parkiran kendaraan bermotor.
Saat ditanyakan alasan pemindahan karangan bunga, salah satu petugas keamanan yang tidak ingin diketahui namanya mengatakan, "Takut nyampah nanti kalo di depan, makanya dipindahin."
Sampai saat ini, telepon seluler Ketua Pengusaha Muda Indonesia Sam Aliano tidak bisa dihubungi.
Sebelumnya, KPK telah mengirimkan surat kepada kepolisian dan Interpol untuk memasukkan nama Novanto dalam daftar pencarian orang. Status buron ini disematkan lantaran setelah 1x24 jam sejak terbitnya Surat Perintah Penangkapan, Novanto tak kunjung menyerahkan diri.
Di saat upaya penangkapan itu, muncul kabar Novanto mengalami kecelakaan di Jalan Permata Berlian, Jakarta Selatan pada Kamis (16/11/2017) malam. Sebab mobi Fortuner Nopol B 1732 ZLO yang ditumpanginya menubruk tiang lampu penerangan jalan. Lantaran mengalami luka cukup parah Novanto dilarikan ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan kemudian dipindah ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). (Handita Fajaresta)
Baca Juga: Novanto Masuk RSCM, Belum Ada Rekan Politisi yang Jenguk
Berita Terkait
-
4 Laporan Dasco ke Prabowo Usai Presiden Lakukan Diplomasi ke Prancis dan Rusia
-
Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!
-
Update Kondisi Medis Andrie Yunus, RSCM: Mata Bakal Ditutup 6 Bulan Demi Pemulihan Intensif
-
Kuasa Hukum Ungkap Kunjungan Gibran Saat Jenguk Andrie Yunus: Mendadak dan Tak Ada Komunikasi
-
Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM: Masih Perawatan Ketat, Jalani Operasi Berulang
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Sama-sama di KPK, Gus Yaqut Kirim Salam untuk Mensos Gus Ipul Sebelum Kembali ke Rutan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Anggota DPR Minta Hukuman Maksimal untuk Pengasuh Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi
-
Kebakaran Rumah di Tanjung Barat, Satu Orang Meninggal Dunia: Diketahui Anggota BPK
-
Ahli: Virus Hanta di Kapal MV Hondius Tidak Berisiko Menjadi Pandemi Baru Seperti Wabah COVID-19
-
Tersangka Kasus Pencabulan di Pati Ditangkap, Menteri PPPA: Tak Bisa Diselesaikan Damai!
-
WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru
-
Tersangka Pencabulan Santriwati di Ponpes Pati Sempat Kabur, Menteri PPPA Desak Penahanan