- Aktivis KontraS Andrie Yunus dirawat intensif di RSCM akibat penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada 12 Maret.
- Korban menjalani lima kali operasi pada mata dan kulit sehingga harus berada di ruang HCU dengan akses terbatas.
- Kuasa hukum terus memantau pemulihan korban yang mengalami luka bakar serius pada wajah, dada, dan kedua tangannya.
Suara.com - Kondisi aktivis KontraS Andrie Yunus, korban penyiraman air keras, hingga kini masih belum stabil dan belum dapat ditemui oleh pihak luar.
Tim kuasa hukum mengungkapkan korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah lima kali menjalani operasi.
Kuasa hukum Andrie Yunus, Hans G. Yosua, mengatakan penanganan medis terhadap kliennya masih terus berlangsung, termasuk tindakan operasi pada bagian mata dan kulit.
“Sudah dilakukan beberapa kali operasi oleh tim dokter dari RSCM. Saat ini masih dilakukan observasi pada bagian mata, dan juga sudah beberapa kali operasi untuk kulit,” kata Hans kepada wartawan du Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (7/4/2026).
Menurut Hans, hingga saat ini Andrie masih dirawat di ruang High Care Unit (HCU), yang membuat akses terhadap korban sangat terbatas.
“Sampai hari ini masih dirawat di HCU atau High Care Unit, yang memang belum memungkinkan sama sekali untuk ditemui atau dijenguk,” ujarnya.
Ia menyebut, pembatasan tersebut tidak hanya berlaku bagi publik, tetapi juga bagi tim kuasa hukum dan pendamping korban dari organisasi masyarakat sipil.
“Kami dari tim kuasa hukum, termasuk teman-teman dari KontraS, sama sekali belum bisa menjenguk atau bertemu dengan korban,” ucapnya.
Kondisi ini menunjukkan proses pemulihan Andrie masih berada dalam tahap krusial, sehingga membutuhkan pengawasan medis ketat dan sterilisasi akses dari pihak luar.
Baca Juga: Komnas HAM: Ada Potensi Pelaku Lain dalam Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Sejauh ini, pihak kuasa hukum menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi korban sembari menunggu hasil observasi lanjutan dari tim medis, khususnya terkait dampak penyiraman terhadap fungsi penglihatan dan pemulihan jaringan kulit.
Diketahui bahwa Andrie Yunus disiram dengan air keras pada Kamis, 12 Maret, sekitar pukul 23.37 WIB di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat.
Saat itu, Andrie baru saja meninggalkan kantor YLBHI usai merekam podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.
Dalam perjalanan pulang dengan sepeda motor, ia disiram cairan kimia oleh orang tak dikenal. Akibatnya, sekitar 24 persen tubuh Andrie mengalami luka bakar. Luka serius terdapat di bagian wajah, mata, dada, serta kedua tangan.
Andrie selama ini dikenal vokal mengkritik kebijakan negara, khususnya di sektor keamanan.
Ia aktif mengadvokasi isu reformasi sektor keamanan dan kerap mengkritik wacana revisi Undang-Undang TNI yang dinilai berpotensi memperluas peran militer di ranah sipil.
Salah satu aksinya yang menyita perhatian publik saat ia mendatangi ruangan di suatu hotel yang menjadi tempat pembahasan RUU TNI pada Maret 2025.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas proses legislasi yang dianggap minim transparansi dan partisipasi publik.
Berita Terkait
-
Komnas HAM: Ada Potensi Pelaku Lain dalam Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Ungkit Omongan Prabowo, KontraS Polisikan 4 Anggota BAIS Pakai Pasal Percobaan Pembunuhan-Terorisme!
-
'Mata Andrie Adalah Mata Rakyat!' Keluarga Korban Kekerasan TNI Bersatu Tolak Peradilan Militer
-
Sentil Gibran Soal Kasus Andrie Yunus, HMI: Menjenguk Saja Tak Cukup, Bongkar Aktor Intelektualnya!
-
Ketua Badko HMI Jabar Kena Intimidasi Usai Unggah Konten untuk Andrie Yunus: Nggak Ngefek Bang
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026
-
BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla
-
Menelusuri Jejak Kerajaan Nusantara Bersama Komunitas Mercedes Jip Indonesia
-
Pimpinan DPR Turun Langsung ke Desa Adat Sade: Bantuan Disalurkan, Siapkan Revitalisasi
-
Rekening Mas Botok AMPB Diblokir Bank, Jefri Nichol: Serem Belum Demo Udah Dibungkam
-
Desa Adat Sade Dilalap Api, Bantuan Rp200 Juta Datang Saat Warga Mengais Puing
-
Gandeng Menteri PKP, Bupati Rudy Susmanto Akselerasi Pengentasan Pemukiman Kumuh di Bogor
-
Tanpa Sertifikasi, Ali Tatto Sulam Sebut Pesolek Talenta Lokal Susah Tembus Pasar Global
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut