- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi aktivis Andrie Yunus di RSCM secara mendadak namun gagal bertemu langsung.
- Tim kuasa hukum menyatakan kunjungan tanpa koordinasi tersebut tidak membuahkan hasil karena kondisi korban yang masih kritis.
- Saat ini, Andrie Yunus masih menjalani perawatan intensif di ruang HCU RSCM setelah melakukan lima kali tindakan operasi.
Suara.com - Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjenguk korban penyiraman air keras, aktivis KontraS Andrie Yunus, disebut tidak membuahkan hasil.
Tim kuasa hukum Andrie Yunus menyebut kunjungan tersebut berlangsung mendadak dan tanpa koordinasi yang jelas.
Kuasa hukum Andrie Yunus, Fatiah Maulidiyanty, mengaku tidak mengetahui secara pasti tujuan kedatangan Gibran ke RSCM beberapa hari lalu itu. Pasalnya, tim pendamping korban tidak dilibatkan dalam komunikasi kunjungan tersebut.
“Saya kurang tahu karena bukan saya yang menerima waktu itu. Sepengetahuan saya memang itu cukup mendadak dan tidak ada komunikasi yang signifikan,” kata Fatiah di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Ia mengungkapkan, dalam kunjungan tersebut, Gibran tidak dapat bertemu langsung dengan Andrie Yunus. Hal itu lantaran kondisi korban yang masih dirawat intensif dan belum memungkinkan untuk dijenguk.
“Karena memang ditolak,” ujarnya singkat.
Fatiah menegaskan, hingga saat ini akses terhadap Andrie Yunus masih sangat terbatas. Bahkan, tim kuasa hukum dan pendamping dari organisasi masyarakat sipil belum pernah diizinkan untuk bertemu langsung dengan korban.
“Sama sekali belum bisa dijenguk siapapun, kecuali keluarga saja,” kata dia.
Ia juga memastikan tidak ada pejabat lain yang sempat datang untuk menjenguk Andri Yunus sejak korban dirawat di rumah sakit.
Baca Juga: Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM: Masih Perawatan Ketat, Jalani Operasi Berulang
Sementara itu, terkait kondisi Andrie Yunus saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah lima kali menjalani operasi.
Kuasa hukum Andrie Yunus, Hans G. Yosua, mengatakan penanganan medis terhadap kliennya masih terus berlangsung, termasuk tindakan operasi pada bagian mata dan kulit.
“Sudah dilakukan beberapa kali operasi oleh tim dokter dari RSCM. Saat ini masih dilakukan observasi pada bagian mata, dan juga sudah beberapa kali operasi untuk kulit,” kata Hans.
Menurut Hans, hingga saat ini Andrie masih dirawat di ruang High Care Unit (HCU), yang membuat akses terhadap korban sangat terbatas.
Ia menyebut, pembatasan tersebut tidak hanya berlaku bagi publik, tetapi juga bagi tim kuasa hukum dan pendamping korban dari organisasi masyarakat sipil.
Berita Terkait
-
Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM: Masih Perawatan Ketat, Jalani Operasi Berulang
-
Komnas HAM: Ada Potensi Pelaku Lain dalam Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Ungkit Omongan Prabowo, KontraS Polisikan 4 Anggota BAIS Pakai Pasal Percobaan Pembunuhan-Terorisme!
-
'Mata Andrie Adalah Mata Rakyat!' Keluarga Korban Kekerasan TNI Bersatu Tolak Peradilan Militer
-
Sentil Gibran Soal Kasus Andrie Yunus, HMI: Menjenguk Saja Tak Cukup, Bongkar Aktor Intelektualnya!
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
-
Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi
-
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia