Dilatih guru dari Amerika dan Australia
RLC diresmikan pada September 2015. Saat ini mereka menampung 142 anak-anak etnis Hazara yang mayoritas berasal dari Afganistan.
RLC juga menyediakan kursus bahasa Inggris untuk 200 orang dewasa di sore hari.
Setiap murid dikenakan biaya Rp. 50 ribu setiap bulan. “Kami minta mereka membayar supaya ada rasa memiliki terhadap sekolah ini,” jelas Liaquat.
Ada 15 guru perempuan dan lima guru laki-laki yang bekerja sukarela di RLC. Setiap bulan mereka mendapat honor Rp. 100 ribu sebagai biaya transportasi.
Kata Liaquat, hanya ada dua guru berpengalaman di sekolahnya. Sisanya adalah relawan lulusan sekolah menengah atas atau yang masih bersekolah saat meninggalkan Afghanistan.
“Kami beri mereka pelatihan mengajar. Beberapa kali mereka dilatih oleh guru-guru berpengalaman dari AS dan Australia yang sukarela datang ke tempat kami,” papar Liaquat.
Di Indonesia, ada 14,405 orang pengungsi dan pencari suaka yang terdaftar di UNHCR.
Lebih dari setengah populasi itu berasal dari Afganistan. Sisanya berasal dari Myanmar-Rohingya, Somalia, Sri Lanka, Negeria, dan Irak.
Baca Juga: Laila Sari Meninggal Dunia, Anies Baswedan Turut Berduka
Sekitar 25 persen dari total pengungsi adalah anak-anak. Di antara mereka, 637 anak mengungsi tanpa ditemani orang tua atau pun kerabat mereka.
Indonesia tidak termasuk Negara Pihak Konvensi 1951 atau Protokol 1967 yang dikeluarkan oleh PBB.
Konvensi tersebut adalah traktat multirateral PBB yang mendefinisikan status pengungsi, dan menetapkan hak-hak individu untuk mendapatkan suaka dan tanggung jawab negara pemberi suaka.
Sebab itu, UNHCR menjadi badan yang memproses status pengungsi dan menyediakan mayoritas layanan bagi pengungsi di Indonesia.
PBB menetapkan 20 November sebagai Hari Anak Universal. Tanggal tersebut bertepatan pada hari Majelis Umum PBB mengadopsi Deklarasi Hak-hak Anak pada 1959, dan Konvensi tentang Hak-hak Anak pada 1989.
Konvensi itu menetapkan bahwa anak-anak mempunya hak-hak dasar seperti hak untuk hidup, hak untuk sehat, hak mendapatkan pendidikan dan bermain, mendapatkan keluarga, hak untuk dilindungi dari kekerasan, hak dilindungi dari diskriminasi, dan hak untuk memberikan pandangan.
Berita Terkait
-
PBB: Pengungsi Rohingya Marak Dijual dan Korban Pelecehan Seksual
-
Eksploitasi Etnis Rohingya, Dibohongi dan Disuruh Jadi PSK
-
Jepang Tawarkan Pinjaman Bunga Rendah untuk Bangun Desa Myanmar
-
Dua Tahun Meninggal, Akun Twitter Akseyna Mendadak 'Berkicau'
-
Militer Myanmar Ganti Jenderal Penanggungjawab Rakhine
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat