Suara.com - Militer Myanmar mengganti jenderal penanggungjawab negara bagian Rakhine, Mayor Jenderal Maung Maung Soe. Itu dilakukan setelah tuduhan tindakan kekerasan tentara kepada lebih dari 600 ribu Muslim Rohingya.
Etnis Rohingya lari ke Bangladesh di tengah laporan pemerkosaan massal, penyiksaan dan kejahatan kemanusiaan lain.
Namun belum diketahui alasan jelas penggantian Mayor Jenderal Maung Maung Soe. Sebelumnya dia menjabat sebagai kepala Komando Barat di Rakhine, tempat militer Myanmar, yang dikenal sebagai Tatmadaw.
"Saya tidak tahu alasan mengapa ia dipindahkan," kata Mayor Jenderal Aye Lwin, wakil direktur perang psikologis dan departemen hubungan masyarakat di Kementerian Pertahanan Myanmar.
Pemimpin negara Asia, yang bertemu di Manila menghindari pembicaraan tentang arus besar Rohingya. Ini mengecewakan kelompok hak asasi manusia, yang menginginkan keberpihakan kuat.
Perpindahan Maung Soe Tint Naing diperintahkan pada Jumat lalu, dan Jenderal Brigadir Jenderal Soe Tint Naing ditunjuk sebagai kepala baru Komando Barat. Komando Barat, yang terdiri dari tiga divisi, diawasi oleh Biro Operasi Khusus, yang melapor ke kantor Panglima Angkatan Darat, Jenderal Senior Min Aung Hlaing. (Reuters)
Berita Terkait
-
Indonesia Dorong ASEAN Diberi Mandat Penuh Pemulihkan Rakhine
-
Terbangkan Drone di Atas Parlemen Myanmar, Dua Jurnalis Dibui
-
Tak Ada Solusi, Tragedi Rohingya Bencana Terbesar Buatan Manusia
-
Paus Fransiskus Diminta Tak Gunakan Istilah 'Rohingya'
-
Diserang Gizi Buruk, Etnis Rohingya Kelaparan dan Ketakutan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut