Suara.com - Restoran cepat saji McDonald meminta maaf setelah sebuah video muncul di Twitter, berisi rekaman seorang siswi Muslim berusia 19 tahun dilarang masuk karena mengenakan jilbab.
Video unggahan seorang teman siswi itu yang tidak mau identitasnya diungkap, menunjukkan seorang petugas keamanan meminta pelajar tersebut untuk melepas hijabnya.
Siswi itu menolak dan menggunakan telepon genggamnya untuk merekam insiden tersebut. Insiden itu belakangan diketahui terjadi di cabang restoran London, persisnya di daerah Seven Sisters Road, Holloway.
Rekaman singkat tersebut menunjukkan seorang penjaga keamanan berkali-kali meminta siswi untuk melepas hijabnya, setelah menghalanginya masuk ke restoran.
Siswi itu lalu bertanya kepada penjaga keamanan, mengapa ia tidak boleh masuk. Penjaga keamanan tersebut mengatakan "Yang penting lepas hijabnya."
Video menunjukkan respons siswi tersebut.
"Ini bukan masalah harus melepas hijab. Saya mengenakan ini karena alasan keagamaan, dan saya tidak malu mengenakannya, dan saya akan tetap mengantre membeli makanan yang saya mau, karena ini perbuatan yang tidak menyenangkan," kata siswi itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (4/12/2017).
"Insiden ini terjadi juga pada saya, seperti yang sudah-sudah pada wanita lain yang juga mengenakan hijab," kata siswi itu kepada koran Guardian.
"Rasanya sulit dipercaya karena saya telah melihat banyak video seperti ini, dan akhirnya hal ini terjadi pada saya di kehidupan nyata. Saya sangat tidak percaya.
"Teman saya ikut terkejut dan takut dan ia berkata bahwa situasi itu sangat berisiko. Ketika sudah selesai, saya barulah menyadari betapa situasi itu bisa menjadi berbahaya. Ini bukan hal yang terjadi sekali," kata siswi itu.
"Saya tidak akan pernah ke McDonald lagi."
Sementara juru bicara McDonald mengatakan, perusahaannya tidak memunyai aturan diskriminatif seperti itu.
"Kami tidak menerapkan kebijakan yang melarang atau mencegah orang mengenakan hijab, atau baju keagamaan lainnya, untuk memasuki restoran," kata juru bicara restoran.
"Kami menerima semua konsumen dari semua agama dan kami mau meminta maaf kepada konsumen tersebut, sebab situasi itu seharusnya tidak pernah terjadi," terangnya.
"Kami menanggapi situasi ini dengan sangat serius dan akan menghubungi orang-orang yang terlibat dalam situasi itu."
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
Terkini
-
Wamensos Agus Jabo Dorong Peran Aktif Pemda Perbarui Data DTSEN
-
Mahfud MD Tercengang Adies Kadir Tiba-tiba Muncul Jadi Calon Hakim MK: Tapi Itu Tak Melanggar Hukum
-
Kemensos Perkuat Sekolah Rakyat Lewat Sinkronisasi Data 66 Titik ke Dapodik
-
Diselundupkan Lewat Koper, 85.750 Benih Lobster Ilegal Digagalkan di Bandara Soetta
-
Wamen Stella Christie: Indonesia Punya Kesempatan Pimpin Pendidikan Dunia
-
Namanya Masuk Radar Bos OJK, Misbakhun Ogah Berandai-andai
-
Syahganda Nainggolan: Langkah Prabowo di Board of Peace Bentuk Realisme Politik
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Terduga Pelaku Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya Diamankan Polisi