Suara.com - Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) menyayangkan masih terjadinya kriminalisasi terhadap aktivis serikat pekerja yang sedang memperjuangkan kesejahteraan dan hak-hak pekerja di perusahaan. Kali ini menimpa Abdoel Moedjib dan Muhammad Afif, selaku Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja Bank Danamon. Keduanya dini hari tadi (6/12/2017) ditahan oleh penyidik kepolisian Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, setelah menjalani pemeriksaan BAP lebih dari 18 jam, atas sangkaan tindak pidana pencemaran nama baik, fitnah dan UU ITE.
Abdoel Moedjib dan Muhammad Afif ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya, berdasarkan laporan dari managemen Bank Danamon. Mirah Sumirat, Presiden ASPEK Indonesia menduga tindakan melaporkan Abdoel Moedjib dan Muhammad Afif ke Polda Metro Jaya merupakan tindakan balasan dari manajemen, setelah sebelumnya pada pertengahan Maret 2017 Serikat Pekerja Danamon melakukan unjuk rasa di Surabaya, Jawa Timur.
"Laporan Direktur Utama Bank Danamon, Sng Seow Wah, dengan menggunakan "tangan" staf legal perusahaan ke Polda Metro Jaya, terkait dugaan pencemaran nama baik adalah sikap yang berlebihan dan cenderung arogan," kata Mirah di Jakarta, Kamis (7/12/2017).
Mirah menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari Serikat Pekerja Danamon, terdapat beberapa tindakan buruk dari Direktur Utama Bank Danamon, Sng Seow Wah yang warga negara Singapura itu. Hal yang paling menjadi keprihatinan ASPEK Indonesia adalah tindakan pemberangusan serikat pekerja (union busting) dalam bentuk mutasi, penurunan jabatan, skorsing, pemberian sanksi peringatan 1, 2, 3 terhadap pengurus Serikat Pekerja Danamon.
Unjuk rasa yang dipimpin oleh Moedjib dan Afif sesungguhnya merupakan bentuk penyampaian aspirasi dan kebebasan berpendapat di muka umum. Ini adalah hak konstitusional setiap warga negara yang harus dilindungi bukan dikriminalisasi, tegas Mirah Sumirat.
"Selain itu, apa yang dilakukan oleh Moedjib dan Afif semata-mata adalah menjalankan tugas organisasi untuk memperjuangkan hak-hak pekerja di Danamon," ujar Mirah.
Mirah menyampaikan bahwa keluhan dari para pekerja terkait permasalahan yang terjadi di Bank Danamon sesungguhnya sudah berjalan cukup lama Bahkan Sng Seow Wah selaku Direktur Utama Bank Danamon telah dipanggil oleh Komisi IX DPR RI, Direktur Jenderal Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial maupun oleh Menteri Ketenagakerjaan RI namun tidak pernah hadir memenuhi panggilan.
"Ini merupakan bentuk pelecehan terhadap institusi Negara yang dilakukan oleh Sng Seow Wah, yang nota bene adalah tenaga kerja asing yang mencari makan di Indonesia," jelas Mirah.
Mirah Sumirat, yang juga merupakan Presiden Woman UNI Asia Pasifik, mengatakan bahwa ASPEK Indonesia akan meminta kepada Temasek Singapore, sebagai pemilik saham mayoritas PT Bank Danamon Indonesia, untuk mencopot Sng Seow Wah dari jabatan Direktur Utama Bank Danamon Indonesia dan segera menunjuk Direktur Utama yang baru yang lebih memiliki iktikad baik untuk membangun hubungan industrial yang harmonis serta menghargai hak kebebasan berserikat dalam spirit dialog sosial.
Baca Juga: Bank Danamon Bakal Dibeli Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ?
"Penahanan oleh Polda Metro Jaya terhadap Abdoel Moedjib dan Muhammad Afif selaku aktivis buruh ini, sesungguhnya tidak perlu terjadi karena akan menjadi preseden buruk untuk demokrasi dan kebebasan mengeluarkan pendapat," tutur Mirah.
Mirah menambahkan, seluruh keluarga besar ASPEK Indonesia siap untuk menjadi penjamin agar kedua pimpinan Serikat Pekerja Danamon, bisa ditangguhkan penahanannya.
Tag
Berita Terkait
-
Laba Bank Danamon Tumbuh 14 Persen Jadi Rp4 Triliun pada 2025
-
Buruh Gen Z dan Hak Berserikat di Era Union Busting Digital
-
Executive Talk: Cara Bank Danamon Bantu Anak Muda Berangkat Haji
-
Antrean Haji Semakin Panjang, Perencanaan Keuangan Sejak Belia Kian Penting
-
Ambisi Spin-off, Danamon Syariah Fokus Tambah Aset
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Sambut Arus Balik 2026, Transjakarta Operasikan 5 Rute Khusus dari Pulo Gebang
-
InJourney Airports Layani 4,41 Juta Penumpang hingga H1 Lebaran 2026
-
Jangkauan Rudal Iran Bisa Lintas Eropa dan Asia? AS dan Inggris Bereaksi
-
Jet F-16 Israel Dikabarkan Rontok di Iran, Klaim IRGC dan Bantahan Tel Aviv Jadi Sorotan
-
Lebaran, Prabowo Silaturahmi via Telepon dengan Erdogan hingga Mohammed bin Salman
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak