Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan, para istri pegawai Kementerian PUPR yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) berperan besar dalam mendukung pencapaian target pembangunan infrastruktur yang diamanahkan kepada Kementerian PUPR.
“Keberhasilan melaksanakan tugas pasti karena didukung penuh oleh istri/ibu. Untuk itu, saya berpesan kepada para ibu DWP untuk menjauhkan keluarga dari 2 hal, yakni narkoba dan korupsi. Narkoba tidak pandang bulu. Peran ibu-ibu sangat besar dalam menjauhkan anggota keluarga, baik suami maupun anak tidak terkena jerat narkoba yang akan membuat keluarga hancur,” kata Basuki, dalam sambutannya dalam "Peluncuran Buku dan Dialog PUPR", yang diselenggarakan dalam rangka HUT DWP ke-18, di Gedung Auditorium, Kementerian PUPR, Jakarta (7/12/2017).
Kementerian PUPR telah melaksanakan beberapa kali tes narkoba kepada pegawai, baik yang berada di pusat maupun daerah di semua tingkatan jabatan.
Pesan kedua, menjauhkan keluarga dari tindak pidana korupsi, mengingat anggaran yang diamanahkan kepada Kementerian PUPR sangat besar dan harus dipertanggungjawabkan. Godaan untuk melakukan prilaku koruptif bisa datang dari mana saja, terutama pegawai yang menjabat Kepala Satuan Kerja (Satker), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Kelompok Kerja Pengadaan Barang dan Jasa.
Menteri Basuki juga mendorong DWP menjadi bagian dari kampanye KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saat ini, yakni gerakan Perempuan Anti Korupsi.
“Salah kunci untuk terhindar dari prilaku koruptif adalah menerapkan pola hidup sederhana,” tegasnya.
Terkait 2018 sebagai tahun politik, Basuki berpesan kepada para ibu DWP, untuk mengingatkan suaminya agar tidak berpolitik praktis dan senantiasa fokus bekerja saja.
Usai pembukaan, Kementerian PUPR meluncurkan buku berjudul Rekam Jejak Dharma Wanita Persatuan Kementerian PUPR, yang ditandai dengan penyerahan buku secara simbolis oleh penasihat DWP, Ibu Kartika Basuki kepada Menteri PUPR dan para pejabat tinggi madya yang hadir. Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol peringatan HUT DWP ke-18.
Pada kesempatan itu juga diluncurkan perangko seri jembatan, yakni gambar Jembatan Merah Putih di Ambon, Jembatan Soekarno di Manado, dan Jembatan Tayan di Sanggau. Acara dilanjutkan dengan dialog PUPR, yang mengangkat topik "Bakti PUPR Membangun Daya Saing Bangsa", dengan narasumber Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Tahun 2000-2001, Erna Witoelar dan Sekjen Kementerian PUPR, Anita Firmanti.
Erna Witoelar menceritakan pengalamannya saat menjabat menteri, yang menurutnya, ia pernah didemo oleh Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan saat ini) saat membangun infrastruktur di daerah permukiman nelayan di Jawa Barat bagian selatan. Ia mengatakan, perspektif perempuan dalam pembangunan infrastruktur sangat diperlukan, karena infrastruktur yang dibangun tidak hanya untuk laki-laki, tapi untuk satu keluarga.
Sementara, Anita Firmanti menyampaikan, pembangunan infrastruktur terus didorong, dimana manfaatnya juga mengakomodir kebutuhan laki-laki dan perempuan, serta kaum difabel.
Kesetaraan gender juga diterapkan dalam pemilihan pegawai yang akan mengisi jabatan melalui assesment center Badan Pengembangan SDM, sehingga seseorang menduduki jabatan semata berdasarkan kemampuan, bukan gender. Saat ini, Kementerian PUPR memiliki 4 perempuan yang menempati jabatan tinggi madya, yakni Sekjen, Anita Firmanti, Dirjen Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti, Kepala BPSDM, Lolly Martina Martief, dan Staf Ahli Menteri PUPR, Baby Setiawati Dipokusumo.
Peringatan ulang tahun DWP tahun ini mengangkat tema "Pengembangan Kualitas Istri ASN Menuju Ketahanan Keluarga", yang bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi pengurus DWP dari seluruh balai di lingkungan Kementerian PUPR.
HUT DWP ke-18 yang menjadi rangkaian peringatan Hari Bakti PU ke- 72, yang juga diisi dengan kegiatan sosial, diantaranya penanaman pohon secara serentak di 35 kota, dari Aceh hingga Jayapura pada 28 November 2017, bersamaan dengan Hari Menanam Pohon dan bazar sembako. Kemudian dalam rangka mendukung program bulan peduli kanker, dilakukan sosialisasi deteksi dini kanker serviks dan payudara, yang diikuti lebih dari 5.000 peserta dan pemeriksaan pap smear yang diikuti 2.866 partisipan di balai-balai Kementerian PUPR di daerah.
Turut hadir dalam acara tersebut, Ibu Akbar Tanjung, Ibu Radinal Mochtar, Ibu Rahmadi BS, Ibu Rozik B. Soetjipto, Ibu Djan Faridz, Ibu M. Yusuf Asyári, dan Ibu Djoko Kirmanto.
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!
-
Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi
-
Mahasiswa Kembali Geruduk DPR, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih
-
Bantah Ada Operasi Politik Tekan PDIP, PKB: Kami Bukan Koordinator Koalisi!
-
Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan
-
Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi
-
Sekelompok Warga Jakarta Gelar Aksi Dukung MBG: Program Harus Lanjut, Koruptor Wajib Ditangkap
-
Dunia Pelototi Kasus Pembunuhan Jurnalis Rico Pasaribu: Investigasi Bongkar Kejanggalan Serius
-
DPRD DKI Gelar Rapat Paripurna HUT ke-499 Kota Jakarta
-
Polemik Ijazah Jokowi Dinilai Memperkeruh Situasi Nasional, Komunikasi Presiden Ikut Tersorot