Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump sesumbar, ingin kembali mengirim astronot untuk mendarat di Bulan dan Planet Mars.
Janji Trump tersebut dilontarkan pada hari Senin (11/12/2017), ketika Tiongkok tengah gencar-gencarnya mengerjakan program ambisius pendaratan serta eksplorasi ke Bulan.
"Kami adalah pemimpin, dan kami akan tetap menjadi pemimpin dan kami akan meningkatkannya berlipat ganda," kata Trump dalam penandatanganan "Perintah Kebijakan Luar Ruangan 1", yang menetapkan landasan untuk tugas ke bulan dengan jangkauan ke Mars.
"Kali ini, kami tidak hanya akan menancapkan bendera dan meninggalkan jejak kaki. Kami akan membangun landasan untuk tugas terakhir ke Mars," kata Trump, seperti dilansir Reuters.
"Mungkin, pada suatu hari, ke banyak dunia di luar sana,” tambahnya.
Upacara penandatanganan Trump untuk instruksi tersebut, diikuti mantan astronot bulan Buzz Aldrin dan Harrison Schmitt, serta astronot saat ini, Peggy Whitson, yang berada 665 hari di orbitnya di luar angkasa lebih lama dibandingkan wanita Amerika lainnya dan wanita lain di seluruh dunia.
Upacara tersebut juga menampilkan batuan Bulan yang berusia 3,8 miliar tahun, yang dikumpulkan oleh misi Apollo 17 Schmitt pada 1972.
Trump mengatakan, bahwa dia mengambil langkah besar, "Mengklaim kembali takdir kebanggaan Amerika di luar angkasa."
Baca Juga: 'Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al Quran' Bikin MUI Kesal
"Luar angkasa memiliki begitu banyak hubungan dengan begitu banyak penerapan lainnya, termasuk penerapan pada militer," katanya tanpa menjelaskan lebih jauh.
Melalui kebijakan baru tersebut, Trump mengabaikan tujuan pendahulunya, yakni Barack Obama dari Partai Demokrat. Pada tahun 2010, Obama mendukung rencana untuk mengirim manusia menuju asteroid terdekat dari bumi.
NASA mengatakan dana awal untuk kebijakan baru tersebut akan dimasukkan dalam permintaan anggaran untuk tahun fiskal 2019.
"NASA berharap dapat mendukung perintah presiden tersebut, yang secara strategis menyelaraskan pekerjaan kita untuk mengembalikan manusia ke bulan, bepergian ke Mars dan membuka tata surya lebih dalam," demikian Pengelola NASA, Robert Lightfoot, dalam pernyataannya.
Untuk diketahui, pada Juni 2017, pejabat antariksa Tiongkok mengatakan bahwa negara tersebut sedang melakukan persiapan "awal" untuk mengirim seseorang ke Bulan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer