Suara.com - Israel memperpanjang masa penahanan remaja Palestina berusia 16 tahun, Fawzi al-Junaidi, yang menjadi ikon baru perlawanan terhadap penjajahan Israel, setelah fotonya tengah digelandang militer zionis menyebar.
Fawzi menjadi simbol protes warga Palestina maupun negara lain terhadap keputusan Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Pengadilan militer di Israel, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (14/12/2017), memperpanjang masa tahanan Fawzi al-Juneidi hingga Senin (18/12) pekan depan.
Al-Juneidi berkali-kali dipukuli, ditendang, dan diseret oleh tentara Israel di kota Hebron, Tepi Barat pada Kamis (7/12) pekan lalu.
Kemudian Al-Juneidi dibawa ke Penjara Militer Ofer di Israel dengan mata ditutup kain.
Seusai persidangan, paman pemuda ini, Rashad al-Juneidi kepada Anadolu Agency mengatakan bahwa keponakannya dituduh “melempar batu kepada tentara”.
Rashad menjelaskan, bahwa pengadilan memutuskan untuk menunda persidangan dan tetap menahan keponakannya di penjara militer hingga Senin.
"Keponakan saya menolak tuduhan jaksa bahwa dia telah melempar batu ke tentara Israel. Dia bilang dia keluar untuk memenuhi beberapa kebutuhan keluarganya dan terjebak di tengah kejadian," kata sang paman.
Rashad mengatakan, dalam persidangan keponakannya juga mengungkapkan bahwa sejumlah tentara menghadang dan menutup matanya saat dia mencoba melarikan diri dari bom suara dan lokasi kejadian.
Baca Juga: 92 Persen Kebutuhan Alat Kesehatan Masih Impor
Al-Juneidi akan kembali menghadap hakim militer pada Senin.
Remaja tersebut mulai dikenal secara luas setelah fotonya menjadi viral di media sosial.
Penangkapan Al-Juneidi terjadi pada saat wilayah pendudukan Palestina bergolak karena aksi-aksi unjuk rasa menentang keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan mengumumkan rencana memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke kota yang diperebutkan tersebut.
Berita Terkait
-
Menyamar Jadi Warga Palestina, Tentara Israel Tangkapi Demonstran
-
Israel Bombardir dan Tutup Pintu Perbatasan dengan Gaza
-
PM Israel: Nantinya Banyak Negara Akui Yerusalem Ibu Kota Kami
-
Fawzi, Bocah Palestina Ini Simbol Baru Aksi Perlawanan Yerusalem
-
Indonesia Cari Dukungan Eropa soal Status Kemerdekaan Palestina
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China
-
Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Bisa Dipidana 1 Tahun Penjara