Suara.com - Badan Investigasi Nasional India (NIA) kembali mengajukan status buronan kepada penceramah muslim kontroversi Zakir Naik. "Red notice" sebelumnya diajukan ke Interpol, tapi ditolak.
Sabtu (16/12/2017) kemarin, India kembali mengajukan. Zakir Naik yang pernah berkunjung dan bebas berceramah di Indonesia itu adalah warga negara India. Perjalanan internasional Naik ingin dihambat.
"Permintaan NIA untuk pemberitahuan sudut merah terhadap Zakir Naik tidak diterima oleh Interpol karena lembar tagihan belum diajukan saat permintaan diajukan ke markas Interpol. Sekarang, NIA akan mengajukan permintaan baru kepada Interpol karena lembar tagihan telah diajukan ke pengadilan NIA yang bersangkutan di Mumbai," kata Juru bucara NIA, Alok Mittal.
Saat ini Naik berstatus sebagai pelarian ke berbagai negara. Hanya saja paspornya dicabut pada Juli kemarin.
Naik menjadi orang nomor 1 yang dicari di India karena dia diduga turut andil dalam serangan teror Dhaka, Bangladesh. Teror itu menyebabkan 20 orang tewas.
Pelaku berbuat teror karena terinsporasi dari ceramah Zakir Naik.
Naik terkenal di berbagai negara karena keahliannya dalam memperdebatkan isu-isu Islam. Dia memiliki jutaan pengikut di Facebook dan telah menyampaikan hampir 4.000 ceramah tentang Islam di banyak negara. (Anadolu)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Ekonomi Kayong Utara Melejit 5,89 Persen, Kawasan Industri Pulau Penebang Jadi Motor Utama
-
Formappi Ingatkan DPR Usai Istri Nadiem Makarim Minta Audiensi: Hati-hati
-
Kisah Inspiratif Perempuan Desa Pelapis, Ubah Musim Paceklik Jadi Cuan Lewat UMKM Ikan
-
Sinergi Warga dan PT DIB Harita, Panen Perdana Lele di Desa Pelapis Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi
-
1,4 Juta Lowongan Kerja di Koperasi Desa Merah Putih, Seberapa Realistis?
-
Dulu Kiblat Kawula Muda Jakarta, Pasar Santa Kini Berubah Sunyi
-
DPRD DKI Endus Pungli di Sekolah Swasta Gratis Jakarta, Minta Disdik Beri Sanksi Tegas
-
Kemensos Sisir Anak Jalanan untuk Calon Siswa Sekolah Rakyat
-
Pastikan Garis Perjuangan Tak Menyimpang, YLBHI Diminta Transparan dan Akuntabel
-
Kolaborasi Antarlembaga, Kunci untuk Menjawab Kebutuhan Peserta