Suara.com - Presiden Joko Widodo membuat Paspampres merasa salah kostum. Presiden mengenakan jas berwarna biru lengkap dengan dasi warna merah, sementara Paspampres pakai pakaian kasual dalam acara Entrepreneurs Wanted di Bandung, hari ini.
Presiden Joko Widodo hadir di Gedung Sasana Budaya Ganesha Institut Teknologi Bandung untuk menjadi pembicara kunci dalam acara Entrepreneurs Wanted!
Dalam kunjungan kerja tersebut tampak ada sesuatu yang berbeda ketika Paspampres menggunakan pakaian bergaya kasual.
Mereka mengenakan kaos berkerah lengan pendek berwarna cokelat dan celana panjang berwarna hitam.
Dalam banyak kesempatan biasanya Presiden dan Paspampres mengenakan pakaian yang selaras.
Tapi kali ini, Presiden mengenakan pakaian sipil lengkap atau biasa disebut jas.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menyebutkan bahwa sebenarnya di draft acara telah disepakati bahwa pakaian yang digunakan adalah smart casual.
Sesuai keterangan Bey, saat bertemu Presiden di pagi hari sebelum keberangkatan menuju Pangkalan TNI AU Halim Perdankusuma Jakarta dari Istana Kepresidenan Bogor, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono mengatakan dirinya terkejut melihat Presiden mengenakan baju putih lengan panjang dan dasi berwarna merah serta celana panjang berwarna biru serta membawa jas di tangan kanannya.
"Selamat pagi Bapak?" ucap Suhartono menceritakan peristiwa pagi tadi. Presiden hanya membalas dengan tersenyum-senyum.
"Sadar dirinya dikerjain Presiden, Suhartono menyampaikan kepada jajarannya untuk tidak memberitahukan pakaian yang dikenakan Presiden kepada rombongan Presiden lainnya yang telah menunggu di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta," kata Bey.
"Tidak usah diberitahu pakaian yang digunakan Presiden ke Halim, biar saja bergaya smart casual," ucap Suhartono kepada Bey.
Salah satu anggota rombongan yang menanti Presiden di Halim diantaranya adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
"Aku pakai baju begini dan sepatu kets. Eh, Pak Presiden pakai baju resmi," ucap Pramono tersenyum-senyum. [Antara]
Tag
Berita Terkait
-
Jokowi Disebut Sudah Pulih 99 Persen, Siap Keliling Indonesia Juni 2026 Sapa Rakyat
-
Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi
-
Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
-
JK Ungkit Jasanya untuk Jokowi, Golkar Beri Respons Menohok!
-
Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Kisruh LCC Kalbar Berlanjut ke Meja Hijau, Pimpinan MPR Bilang Begini
-
The Beast Muncul di Beijing, Kedatangan Trump Malam Ini Bikin China Tegang
-
'Biar Andrie Kapok!': Pengakuan Kapten Nandala soal Jiwa Korsa di Balik Penyiraman Air Keras
-
Resmi! Ketua MPR Putuskan LCC Kalbar akan Ditanding Ulang
-
Prabowo Siapkan Rp10 T Hasil Denda Satgas PKH Buat Renovasi Puskesmas Terbengkalai Sejak Pak Harto
-
KTT AS-China: Xi Jinping Bakal 'Kulit' Trump Begitu Injak Kaki di Beijing
-
Tinjau Sekolah Rakyat, Ketum Karang Taruna Budisatrio Djiwandono Motivasi Siswa
-
Greenpeace Sebut Aturan Pilah Sampah DKI Dinilai Belum Cukup, Mengapa?
-
Bolivia Lumpuh Akibat Mogok Nasional, Buruh dan Petani Tuntut Presiden Rodrigo Paz Mundur
-
Dua Tahun 'Main Cantik' di Kantor Camat, Pegawai PPPK di Bogor Ketahuan Pakai Sabu Sejak 2024