Sidang dakwaan Setya Novanto di pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/12).
Mantan Ketua Mahkamah Partai Golkar Muladi sedih melihat sikap terdakwa Setya Novanto ketika menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi e-KTP di pengadilan tindak pidana korupsi pada Rabu (13/12/2017), lalu. Muladi bilang seharusnya Novanto berani menghadapi proses hukum.
"Saya sebagai bekas anggota Golkar rasanya sedih punya pimpinan seperti itu, dan bekas anggota DPR itu jabatan yang tinggi sekali, jangan seperti itulah," katanya di Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2017).
Muladi berharap Novanto tidak menunjukkan sikap yang justru bisa mengesankan sedang berpura-pura.
"Sekarang dia fokus menghadapi itu, jangan ada kesan pura-pura sakit dan sebagainya. Hadapi aja secara gentlemen, kalau tidak nanti, dia mempersulit, pidananya berat," katanya.
Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan sampai diskors empat kali. Sejak awal, Novanto mengeluh sakit. Sepanjang persidangan, dia hanya menunduk. Pengadilan sampai menghadirkan empat dokter untuk memastikan kondisi Novanto. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan sebenarnya Novanto bisa mengikuti persidangan. Akhirnya, hakim tetap memutuskan untuk membacakan dakwaan, meskipun pengacara Novanto kecewa.
Muladi yang merupakan mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berharap Novanto jujur.
"Kita mengharapkan seorang tokoh ketua DPR dan pernah jadi ketua partai besar untuk gentlemen, kalau salah ya salah, jangan ada kesan pura-pura sakit, dan sebagainya," kata Muladi.
"Saya sebagai bekas anggota Golkar rasanya sedih punya pimpinan seperti itu, dan bekas anggota DPR itu jabatan yang tinggi sekali, jangan seperti itulah," katanya di Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2017).
Muladi berharap Novanto tidak menunjukkan sikap yang justru bisa mengesankan sedang berpura-pura.
"Sekarang dia fokus menghadapi itu, jangan ada kesan pura-pura sakit dan sebagainya. Hadapi aja secara gentlemen, kalau tidak nanti, dia mempersulit, pidananya berat," katanya.
Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan sampai diskors empat kali. Sejak awal, Novanto mengeluh sakit. Sepanjang persidangan, dia hanya menunduk. Pengadilan sampai menghadirkan empat dokter untuk memastikan kondisi Novanto. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan sebenarnya Novanto bisa mengikuti persidangan. Akhirnya, hakim tetap memutuskan untuk membacakan dakwaan, meskipun pengacara Novanto kecewa.
Muladi yang merupakan mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berharap Novanto jujur.
"Kita mengharapkan seorang tokoh ketua DPR dan pernah jadi ketua partai besar untuk gentlemen, kalau salah ya salah, jangan ada kesan pura-pura sakit, dan sebagainya," kata Muladi.
Komentar
Berita Terkait
-
HUT Fraksi Golkar, Sarmuji Kenang Jasa Setya Novanto: Saya Banyak Belajar Menghadapi Tekanan
-
Mengintip Rumah Setya Novanto di Kupang yang Dilelang KPK, Harganya Miliaran!
-
Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Digugat! Cacat Hukum? Ini Kata Penggugat
-
Setnov Bebas Bersyarat, Arukki dan LP3HI Ajukan Gugatan ke PTUN Jakarta: Kecewa!
-
Terpopuler: Anak Setya Novanto Menikah, Gaji Pensiunan PNS Bakal Naik Oktober 2025?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan