Suara.com - Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengirimkan undangan ke negara-negara yang mendukung langkah AS menentang resolusi Majelis Umum PBB mengenai Yerusalem.
Undangan ini ditujukan bagi utusan 65 negara yang memberikan suara "tidak", abstain atau tidak hadir.
Mereka diundang pada acara tanggal 3 Januari untuk menghadiri "resepsi terima kasih atas persahabatan mereka dengan Amerika Serikat".
Kamis kemarin, PBB menyetujui resolusi yang meminta AS untuk menarik pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel, walaupun Presiden AS Donald Trump mengancam akan menarik dana bantuan bagi negara-negara yang tidak setuju dengan langkahnya itu.
Pada Selasa, Haley sempat memperingatkan negara-negara anggota PBB bahwa Trump "mengawasi" proses pemungutan suara itu.
"Jadi ketika kami ingin mengambil keputusan atas nama penduduk AS mengenai dimana menempatkan kedutaan kami, kami tidak mengira mereka yang kami bantu akan menargetkan kami. Kami nanti akan diadakan pengambilan suara untuk mengkritik keputusan kami. AS akan mencatat nama masing-masing," cuit Haley di laman Twitternya sehari sebelum pemungutan suara, seperti dilansir Anadolu Agency.
Sebanyak 128 anggota mendukung resolusi Yerusalem, atau menolak penunjukan Yerusalem ibukota Israel. Sementara sembilan negara menolak resolusi tersebut.
Hasil pemungutan suara, yang menunjukkan bahwa "dunia bersatu melawan keputusan AS mengenai Yerusalem" mengindikasikan bahwa ancaman Presiden AS Donald Trump tidak berhasil.
Baca Juga: PKS Hampir Pasti Dukung Sudirman Said di Pilgub Jateng 2018
Berita Terkait
-
Tak Mau Tunduk soal Yerusalem, AS Ancam Potong Dana untuk PBB
-
PM Israel Tolak Resolusi PBB yang Tak Akui Yerusalem Milik Mereka
-
Ini Daftar 128 Negara yang Tolak Deklarasi AS soal Yerusalem
-
Mayoritas Negara Uni Eropa Dukung Resolusi PBB soal Yerusalem
-
Indonesia Ikut Setujui Resolusi PBB soal Yerusalem
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT