Suara.com - Di bawah ukiran burung Garuda Pancasila ukuran raksasa, Tim Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila beserta Uskup Agung Jakarta Ignasius Suharyo foto bersama.
Suharyo. Yudi Latief. Try Sutrisno. Agnes Purbasari. Haedar Mahmualim alias Habib Haeder. Sastro. Partogi Sirait. Romo Benny Susetyo. Martin Sinaga. Semua tersenyum. Mereka dari berbagai latar belakang agama. Bersama-sama mengangkat tangan kanan dengan telapak tangan terbuka. Lima jari mereka tunjukkan sebagai salam Pancasila.
Tentu saja itu terkait erat dengan tema Natal Gereja Katedral tahun ini: Kebhinnekaan Berawal dari Rumah.
Ukiran burung Garuda Pancasila terletak di sisi samping luar gedung gereja. Di sebelah burung Garuda Pancasila terpasang pohon Natal.
Sebelum foto bersama, tim bertatap muka dengan jemaat di dalam gereja. Yudi Latief menjelaskan kedatangannya bersama rombongan untuk bersilaturahim sekaligus menyampaikan selamat Natal dan tahun baru 2018.
"Kami datang kemari untuk bersambung rasa, merasakan denyut nadi, denyut kebahagiaan, pengharapan, dan kasih sayang yang bergema meliputi Natal kali ini di Katedral, seluruh tanah air dan seluruh dunia," kata Yudi.
Di tengah situasi masyarakat yang diwarnai pertikaian karena perbedaan, momentum Natal dapat menjadi pembawa kedamaian antar sesama umat manusia di negeri ini.
"Ketika langit diluar terasa mendung, dan dipenuhi awan yang dipenuhi banyak kecurigaan. Ada banyak rumput, ranting-ranting yang kering mudah terbakar, ada juga tanah-tanah yang mulai terbelah, Natal datang semacam hujan kasih sayang untuk kembali menyiram seluruh rumput-rumput kering itu bisa hijau kembali, serta menjadikan Indonesia kembali hijau, damai dan sejahtera," ujar dia.
"Semoga dengan semangat kasih sayang Natal dan semangat Pancasila, semua warna bisa menyatu, semua rasa bisa bersambung, semua rizki bisa berbagi demi kebahagiaan hidup bangsa Indonesia yang majemuk ini. Akhirnya dari sanubari hati yang paling dalam, kami UKP Pancasila mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru, damai di hati dan di bumi, semoga semua makhluk yang berjiwa bahagia, sentosa, hidup bersama di dalam suka cita," Yudi menambahkan.
Romo Albertus Hani Rudi Hartoko saat memimpin Perayaan Ekaristi Misa Natal berpesan agar jemaat menjadikan kebhinekaan sebagai anugerah.
"Semakin bersaudara dalam kebhinekaan berbeda-beda itu sesuai yang wajar," katanya.
Dia menambahkan jemaat tidak perlu merasa terancam dengan keberagaman suku, agama, budaya yang seharusnya dirangkul.
"Jangan merasa terancam kalau berbeda, perbedaan adalah kekuatan kita bersama," katanya.
Ia juga menuturkan kunci hidup rukun adalah saling memaafkan, saling menyayangi dan sabar.
Tidak hanya dalam kotbah, tetapi tema yang berbau Nusantara juga dihadirkan lewat dekorasi perayaan Natal Gereja Katedral.
Humas Katedral dan Keuskupan Agung Jakarta Susyana Suwadie menjelaskan dekorasi bambu tersebut sebagai ciri khas tumbuhan Nusantara yang sederhana dengan memadukan elemen-elemen khas Natal, sehingga hiasan Natal yang terpadu, sederhana dan elegan.
"Falsafah sederhana, namun elegan inilai sebagai perlambang liturgis kelahiran Bayi Yesus Kristus di Palungan yang ditampilkan dalam Perayaan Natal Gereja Katedral Jakarta sebagai sentral Gereja Katolik di Indonesia," katanya.
Susyana menambahkan dekorasi natal adalah suatu tradisi Natal yang sudah dikenal sejak ratusan tahun yang lalu dan memiliki keistimewaan sendiri yang khas.
"Bagi umat Kristiani hiasan Natal bukan sekadar semarak Natal, tetapi mempunyai arti rohani yang mendalam, saat merayakan cinta kasih Kristus yang hadir pada saat Natal dalam bentuk kandang, gua, pohon Natal, corona Natal, lilin Natal, malaikat dan bintang Natal," katanya.
Berita Terkait
-
Megawati dan Gereja Katedral Ikut Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal
-
Padati Gereja Katedral, 2.500 Umat dan Tokoh Nasional Khidmat Ikuti Misa Pontifikal Paskah
-
Peringatan Jumat Agung, Katedral Jakarta Hadirkan Jalan Salib Lux in Nihilo
-
Puncak Arus Balik Mudik Nataru 2025 di Pelabuhan Feri Bastiong
-
Wajah Baru Planetarium Jakarta, Destinasi Edukasi Favorit di Libur Nataru
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal
-
Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN
-
Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN
-
Dadan Hindayana Dicopot, Istana Jamin MBG Tetap Berjalan Normal
-
Dasco Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN: Dia Teruji di Lapangan
-
Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan
-
Kepala BGN Diganti, Dasco: DPR Apresiasi Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat
-
Profil Wakil Kepala BGN Baru Agustina Arumsari
-
Pemerintah Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Anggota Komisi IX DPR: Pergantian Yang Wajar
-
Bukan Cuma Dadan Hindayana, Prabowo Juga Copot Dua Wakil Kepala BGN