Suara.com - Jalur pantai utara Jawa atau pantura rawan akan aksi pencurian kekerasan atau begal. Terutama di jalur Arjawinangun dan Gebang.
"Jalur pantura tepatnya daerah Arjawinangun dan Gebang yang rawan aksi pembegalan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon, Jawa Barat, AKP Reza Arifian di Cirebon, Selasa (26/12/2017).
Dari data kepolisian, selama tahun 2017 ini ada 47 kasus begal yang diungkap jajarannya di dua wilayah tersebut. Sementara untuk laporan kejadian pembegalan sebanyak 37 kasus dan ini menandakan aksi pembegalan di jalur tersebut masih rawan, untuk itu pihaknya juga sudah mengupayakan dengan patroli rutin mencegah terjadinya begal.
"Tahun 2017 ini kita ungkap 42 kasus pencurian kekerasan, naik dari periode sama di tahun 2016 yang hanya 21 kasus dari laporan kejadian 26 kasus," tuturnya.
Belum lama ini jajarannya membekuk begal yang baru selesai beraksi di jalur pantura Gebang. Pada saat itu korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha R15 baru menjadi sasaran dan sesaat setelah kejadian tim sedang patroli di jalur pantura.
Mengetahui korban berteriak tim langsung melakukan pengejaran serta penyekatan terhadap pelaku.
"Ada satu pelaku yang berhasil kami bekuk dan juga dilakukan tindakan tegas yang mengenai kedua kakinya," katanya.
Kepolisia mengimbau masyarakat jika ingin melintasi dua wilayah pantura tersebut harus terus waspada, meskipun sudah ada patroli rutin dari jajarannya. (Antara)
Baca Juga: 2 Bocah Begal Dikerokok Warga yang Asyik Nobar Sepak Bola
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri
-
Belatung di Kepala, Oneng Murka Wanita di Bandung Disekap 3 Tahun: Jangan Beri Ampun!
-
'Hanya Saya yang Berani Ngomong!' Cak Imin Sebut PBNU Periode Ini Paling Gagal dan Mundur
-
Buron Sejak 2025, Bos Kresna Life Michael Steven Akhirnya Diringkus di Maroko
-
Arahan Zulhas: Sekolah Elit Tak Perlu MBG, Fokus ke yang Benar-Benar Butuh
-
Akademisi UI Soroti Penangkapan Dokter Tifa, Sebut Ada Sinyal Intimidasi ke Rektor
-
Megawati, Sinta Wahid, hingga Romo Magnis Berkumpul di Menteng, Ada Apa?
-
Viral Ajudan Danrem Lari Tanpa BIB di Jogja Marathon, Korem 072 Sebut Nomor Diduga Terlepas
-
Biar Tak Bolak-balik, Banggar DPR Langsung Getok Persetujuan Pagu Anggaran 7 Kemenko untuk 2027
-
Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi