Suara.com - Pengadilan Israel menolak usulan pembasan dengan jaminan bagi gadis Palestina berusia 16 tahun yang menerima penghargaan keberanian dari Turki, Ahed al-Tamimi.
Kepada Anadolu Agency, Senin (25/12/2017), Bassem al-Tamimi--Ayah Ahed—mengatakan pengacara mengusulkan pembebasan putrinya dengan jaminan selama proses peradilan kepada Pengadilan Militer Ofer.
Namun pengadilan menolak usulan tersebut.
“Pengadilan menolak usulan tersebut,” kata sang Ayah.
Bassem al-Tamimi mengatakan, istrinya, keponakannya dan Ahed disidang di Pengadilan Ofer bertepatan dengan Hari Natal 2017.
Tentara Israel menahan Ahed al-Tamimi dan ibunya pada tanggal 19 Desember, sementara sepupunya Nur Tamimi ditahan pada keesokan harinya.
Tamimi ditangkap setelah militer Israel melakukan penggerebekan di rumahnya, desa Nabi Saleh, Tepi Barat, Selasa pekan lalu.
Aktivis Komite Perlawanan Rakyat Palestina Hilmi Tamimi mengatakan, tentara Israel tidak memberi informasi mengenai tempat Ahed ditahan.
Baca Juga: Beroperasi Perdana, Warga Antusias Coba Kereta Bandara
”Kami tak mengetahui apa alasan Israel menggerebek dan menahan Tamimi,” kata Hilmi.
Ahed mendapat penghargaan Handala Courage Award atas keberaniannya melawan tentara Israel ketika kakaknya ditahan pada tahun 2012. Ketika itu, ia beserta keluarganya melawan tentara Zionis ketika hendak menyeret sang kakak.
Handala Courage Award diambil dari nama Handala, karakter buatan kartunis Palestina Naji Salim al-Ali yang kerap muncul memprotes penjajahan Yahudi atas Palestina dan kebijakan negara Israel.
Sebelum penangkapan itu, video rekaman Ahed Tamimi dan seorang bocah perempuan lalinnya menampar tentara Israel viral di media sosial.
Video itu diketahui direkam pada Jumat (15/12). Dalam video tersebut, keduanya tampak beradu mulut dengan sejumlah tentara Israel.
Setelah adu mulut, Ahed dan rekannya didorong oleh tentara Israel. Sebagai balasan, Ahed menampar salah satu tentara Israel. Tentara Israel yang ditampar Ahed tampak tak melawan.
Berita Terkait
-
Palestina Geram Guatemala Relokasi Kedubes di Israel ke Yerusalem
-
Dalam 48 Jam, Jet Tempur Koalisi Arab Tewaskan 71 Warga Yaman
-
Jadi Mata-mata Israel, Iran Hukum Mati Salah Seorang Akademisinya
-
Dukung Trump, Presiden Ini Segera Pindah Kedutaannya ke Yerusalem
-
Ditahan Usai Demo di Al Aqsa, Israel Deportasi Dua Warga Turki
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Trump Ancam Lumpuhkan Listrik Iran Jika Selat Hormuz Tak Segera Dibuka
-
Pengamat Uhamka Nilai Indonesia Terancam Terjebak Invisible Trap di Tengah Konflik Iran-AS
-
Jeritan Warga Iran Setelah Satu Bulan Digempur Amerika dan Israel
-
Ngomong Kotor dan Puji Allah saat Ancam Iran, Trump Dinilai Makin Frustrasi
-
Indonesia dalam Pusaran Waste Colonialism: Saat Limbah Global Berlabuh di Negeri Sendiri
-
Menlu Iran: Amerika Lakukan Kejahatan Perang!
-
Menag Minta Tambahan Anggaran Rp 24,8 Triliun, Ribuan Madrasah Akan Direvitalisasi
-
Viral! 17 Tahun Bekerja Berujung Dipecat Gegara Gagalkan Pencurian Coklat Paskah
-
Tak Banyak Omong, Lobi Ajaib Anwar Ibrahim Bikin Kapal Petronas Bebas Lewat Selat Hormuz
-
SBY Ingat Kirim AHY dan 2 Prajurit Muda ke Lebanon, Kini Jadi Menteri-menteri Prabowo