Suara.com - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis mengakui ada beberapa kasus yang masih belum diselesaikan hingga akhir tahun 2017. Idham memberi target kepada jajarannya untuk segera menyelesaikan kasus-kasus tersebut.
"Ya betul, beberapa kasus kita masih terus bekerja dan saya beri target kepada penyidik," ujar Idham di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (30/12/2017).
Pernyataan Idham menanggapi pertanyaan awak media perihal belum dilimpahkannya berkas beberapa kasus ke Kejaksaan.
Sejumlah kasus tersebut yakni kasus pembunuhann mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Akseyna Ahad Dori (18), kasus dugaan kasus pemufakatan makar, dan kasus dugaan chat sex Rizieq Shihab dan kasus pembunuhan mahasiswa Universitas Esa Unggul, Tri Puspo Arum di Jakarta Barat.
Menurut dia tidak semua kasus bisa diselesaikan dengan cepat. Pasalnya, ada kasus-kasus yang butuh waktu dalam dituntaskan.
"Memang kasus itu tidak semua bisa cepat. Ada kasus yang lambat, ada kasus yang perlu penanganan yang cukup lama," kata dia.
Idham menceritakan ketika dirinya menjadi Wakasat di Polda Metro Jaya tahun 2000 saat terjadi ledakan bom di Kedutaan Besar Filipina. Pelakunya baru terungkap tiga tahun setelah peristiwa.
"Saya beri ilustrasi ya, saya tahun 2000 masih menjadi kompol di sini, saya Wakasat. Pak Tito Kasat-nya. Ada ledakan di Kedubes Filipina. Itu kita bekerja tiga tahun. Setelah bom Bali, baru terungkap pelakunya, begitu. Dan tiga tahun kami tidak putus bekerja, terus menyelidiki," tandasnya.
Hari ini Polda Metro Jaya merilis jumlah kasus tindak pidana di tahun 2017. Adapun tindak pidana di tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 21 persen.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Pecat 44 Anggotanya Sepanjang 2017
Jumlah tersebut mengalami penurunan dari 43.149 kasus pada tahun 2016, menjadi 34.227 kasus pada tahun 2017 atau turun sebanyak 8.922 kasus.
Adapun prosentase tingkat penyelesaian kasus tindak pidana pada tahun 2017, kata Idham, mengalami kenaikan dari tahun 2016 yang sebesar 65 persen. Sedangkan tahun 2017 menjadi 79 persen atau mengalami kenaikan sebesar 14 persen.
Berita Terkait
-
Operasi Pekat Jaya Sepekan, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku Tawuran, 56 Sajam Disita
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
Dapat Teror Karangan Bunga Berisi Intimidasi, Dokter Oky Pratama Lapor Polda Metro Jaya
-
Kecelakaan Maut di Cilandak: Pemotor Tewas Usai Hantam JakLingko Depan Warung Bakso
-
Operasi Senyap Ditresnarkoba Polda Metro: Bongkar Peredaran Etomidate di Jakbar hingga Tangerang
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan