Suara.com - Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence tak disambut hangat oleh tetangganya saat berlibur di kampung halamannya, Aspen, Colorado, pekan lalu.
Wakil Donald Trump itu, seperti dilansir The Washington Post, Minggu (31/12/2017), disambut oleh tetangga rumahnya dengan membentangkan spanduk berisi tulisan "Make Amerca Gay Again".
Kalimat itu ditulis pada spanduk berwarna pelangi, yang menjadi bendera khas kaum lesbian, gay, biseksual, dan transeksual (LGBT).
Wakil Sheriff Pitkin County, Michael Buglione, mengatakan spanduk itu dipasang oleh keluarga yang persis tinggal di sebelah rumah Pence.
"Mereka memasang spanduk itu sejak Selasa (26/12), ketika Wapres Pence pulang kampung untuk berlibur merayakan Hari Raya Natal dan tahun baru," tuturnya.
Ia mengatakan, informasi itu didapatkan dari laki-laki bernama Shannon Slade yang mengirim surat elektronik kepada redaksi surat kabar setempat, Aspen Times.
Dalam surel itu, Shannon mengakui merupakan pacar salah satu putri pasangan yang tinggal di sebelah rumah Pence, dan merekalah pemasang spanduk tersebut.
Baca Juga: Mandi Air Dingin Bisa Turunkan Berat Badan?
Kaum LGBT menjadi satu dari banyak kaum oposan terhadap rezim Donald Trump-Pence. Mereka juga secara rutin melakukan aksi protes.
Desember 2017, penduduk di lingkungan Washington yang makmur di Chevy Chase mengibarkan bendera pelangi LGBT di luar rumah mereka.
Itu setelah Pence yang baru terpilih sebagai wapres, akan tinggal di sana untuk sementara, sebelum pindah ke tempat tinggal kenegaraan di Naval Observatory.
Pence sendiri, yang selalu mendeskripsikan dirinya sebagai "Kristen konservatif dan Republikan paling puritan", memunyai sejarah panjang menentang kaum LGBT dan menolak pernikahan sesama jenis.
Sejak masih menjadi gubernur Indiana, Pence membuat beragam kebijakan dan peraturan yang menekan keberadaan komunitas LGBT dan membatasi gerak-gerik mereka.
Berita Terkait
-
Jumlah Pegawai Mundur pada Rezim Trump Terbanyak Sepanjang Masa
-
Uskup Gereja Inggris: Mendukung Trump, Tak Sesuai Ajaran Kristen
-
Tiongkok Jual Minyak ke Korut, Presiden Trump: Tertangkap Basah!
-
Israel Bikin Stasiun Bernama Trump di Yerusalem
-
Beredar Buku Anak Kampanye LGBT, Apa Kata Kementerian PP & PA?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat