Menkumham Amir Syamsudin. [suara.com/Bowo Raharjo]
Partai Demokrat tidak ingin persoalan PKS dengan Deddy Mizwar dibesar-besarkan. Demokrat sudah menerima keputusan PKS membatalkan untuk mengusung Deddy ke bursa pilkada Jawa Barat.
"Tapi saya pikir ini buat apa dibesar-besarkan lagi? PKS sudah tidak mau menjadi pasangan Deddy Mizwar, ini kan sudah selesai," kata Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamsudin kepada Suara.com, Senin (1/1/2018).
Pernyataan Amir menanggapi cuitan Wakil Ketua Mejelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di akun Twitter. Hidayat mengunggah sebuah salinan dokumen pakta integritas Deddy dan Demokrat.
Menurut Amir PKS tidak perlu lagi mencari-cari alasan kenapa partai yang diketuai Sohibul Iman batal usung Deddy.
"Alasannya itu jangan dicari-cari lagi karena tidak ada yang dipersalahkan dan tidak ada yang menyesalkan," ujar Amir.
Amir merasa sikap Hidayat tersebut seakan-akan Deddy berada di posisi yang salah sehingga PKS melakukan pembatalan dukungan.
"Kalau sudah tidak mau ya jangan kemudian mempersalahkan kami lagi. Itu yang aneh jadinya. Kita kan sudah mengakui dan menghargai orang tersebut, partai tersebut untuk menentukan sendiri haknya," tutur Amir.
Deddy yang sekarang masih menjabat wakil gubernur Jawa Barat menandatangani pakta integritas pada 2 Oktober 2017. Dia menyatakan kesiapan menjadi calon gubernur yang diusung Demokrat dengan memenuhi ketentuan sebagai berikut:
Satu, siap jadi anggota Partai Demokrat dan ditempatkan distruktur partai.
Dua, siap menjadi calon gubernur Jawa Barat di tahun 2018-2023 dan memenangkan serta menggerakkan mesin partai termasuk biayanya.
Tiga, siap menggerakkan mesin Partai untuk memenangkan calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung oleh Partai Demokrat tahun 2019-2024.
Keempat, siap menerima arahan partai koalisi.
"Tapi saya pikir ini buat apa dibesar-besarkan lagi? PKS sudah tidak mau menjadi pasangan Deddy Mizwar, ini kan sudah selesai," kata Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamsudin kepada Suara.com, Senin (1/1/2018).
Pernyataan Amir menanggapi cuitan Wakil Ketua Mejelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di akun Twitter. Hidayat mengunggah sebuah salinan dokumen pakta integritas Deddy dan Demokrat.
Menurut Amir PKS tidak perlu lagi mencari-cari alasan kenapa partai yang diketuai Sohibul Iman batal usung Deddy.
"Alasannya itu jangan dicari-cari lagi karena tidak ada yang dipersalahkan dan tidak ada yang menyesalkan," ujar Amir.
Amir merasa sikap Hidayat tersebut seakan-akan Deddy berada di posisi yang salah sehingga PKS melakukan pembatalan dukungan.
"Kalau sudah tidak mau ya jangan kemudian mempersalahkan kami lagi. Itu yang aneh jadinya. Kita kan sudah mengakui dan menghargai orang tersebut, partai tersebut untuk menentukan sendiri haknya," tutur Amir.
Deddy yang sekarang masih menjabat wakil gubernur Jawa Barat menandatangani pakta integritas pada 2 Oktober 2017. Dia menyatakan kesiapan menjadi calon gubernur yang diusung Demokrat dengan memenuhi ketentuan sebagai berikut:
Satu, siap jadi anggota Partai Demokrat dan ditempatkan distruktur partai.
Dua, siap menjadi calon gubernur Jawa Barat di tahun 2018-2023 dan memenangkan serta menggerakkan mesin partai termasuk biayanya.
Tiga, siap menggerakkan mesin Partai untuk memenangkan calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung oleh Partai Demokrat tahun 2019-2024.
Keempat, siap menerima arahan partai koalisi.
Komentar
Berita Terkait
-
Sentil Janji 19 Juta Lapangan Kerja Gibran, Siapa Otak Sinetron Para Pencari Tuhan?
-
Dari Adegan Manusia Semut hingga Pesan Moral, Ini Cerita di Balik Syuting Lorong Waktu Jilid 2
-
Sinetron Religi Para Pencari Tuhan Jilid 19 Tayang Setiap Sahur, Cerita Tetap Menyentil
-
25 Tahun Garap Para Pencari Tuhan, Deddy Mizwar Akui Lelah
-
'Capek Banget!' Deddy Mizwar Isyaratkan Mundur dari Para Pencari Tuhan setelah 25 Tahun
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris