Suara.com - Kasus pembunuhan terhadap driver Grab bernama Mulud (63) di Sukabumi, Jawa Barat, terungkap. Aktor utamanya seorang mahasiswa.
"Dalang dari pembunuhan supir Grab adalah YA (21), warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan," kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi di Sukabumi dikutip dari Antara, Senin (1/1/2017).
Pembunuhan terjadi pada Sabtu (16/12/2017), sekitar pukul 11.00 WIB. Bermula dari niat YA merampok driver Grab. Pada waktu itu, YA bekerjasama dengan DE dan PA.
YA memesan layanan Grab melalui internet. Dia minta diantarkan ke perkebunan teh di Leuwiliang, Bogor.
Mulud datang menjemput ketiga orang itu di titik yang telah ditentukan.
Sesampai di salah satu tempat, daerah Leuwiliang, tersangka meminta Mulud berhenti sejenak. Mulud tidak curiga ketika YA memintanya beristirahat. Perjalanan memang jauh dan melelahkan.
Mulud tertidur di ruang kemudi. YA yang memang sudah merencanakan kejahatan mendekatinya dan langsung menusuk korban dengan pisau badik milik DE.
DE dan PA ikut membantu YA. Mereka membekap mulut korban sambil memukuli hingga tewas.
Setelah korban meninggal, mobil Datsun Go bernomor polisi B 1217 ZFX diambil alih YA untuk kemudian dijual.
Sebelum mereka kabur, mayat Mulud dibuang ke perkebunan Jalan Raya Cikotok Lampungharja, Kampung Naringgul, Desa Cikakak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
Jasad korban baru ditemukan pada Senin, (25/12) oleh warga.
Sampai akhirnya polisi mengidentifikasi tersangka.
"Tersangka YA terpaksa kami tembak kakinya karena melawan saat akan ditangkap. Saat ini pun kami masih memburu dua tersangka yakni DE dan PA," katanya.
Nasriadi mengatakan hingga saat ini sudah menangkap empat tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Mulud. YA (21). RR (25). UH (44) warga Kampung Pangkalan, Desa Babakan Jaya, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi yang bertugas sebagai perantara pembelian mobil korban merek Datsun GO. IS (32) warga Kampung Warungdatar, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi yang merupakan penadah mobil Datsun GO hasil kejahatan.
Sementara DE dan PA yang ikut mengeksekusi Mulud belum ditemuka polisi.
Tag
Berita Terkait
-
Noel Sebut Menkeu Purbaya Bakal Dinoelkan: 'Ada Bandit Lepas Anjing Liar' karena Ganggu Pesta
-
Berani Angkat Latar Bali, Film Bandit Bakal Bikin Jantung Berdebar di JAFF 2025
-
Berawal dari Jadi Korban Begal, Monji Atmodjo Bongkar Sisi Kelam 'Surga' Bali Lewat Film Bandit
-
Ulasan Novel Bandit-Bandit Berkelas: Nasib Keadilan di Ujung Tanduk!
-
Ulasan Novel Tanah Para Bandit: Ketika Hukum Tak Lagi Memihak Kebenaran
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat