Suara.com - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan sosok Wakil Gubenur Jawa Barat Deddy Mizwar sudah satu visi dan misi dalam memetakan situasi politik di Jawa Barat.
"Kita sudah satu visi dan misi, sudah ada chemistry seperti keluarga. Kakak-adiklah dengan Pak Deddy (Mizwar)," ujar Dedi Mulyadi saat di acra kunjungan ke rumah dinas Deddy Mizwar di Jalan Kiputih, Rancabentang, Kota Bandung, dikutip dari Antara, Senin (1/1/2017).
Dalam kunjungan di awal tahun politik ini, Dedi nampak akrab berbincang dengan Demiz. Ia pun tak segan-segan membeberkan pembicaraan yang berlangsung kurang lebih selama dua jam.
Dedi menjelaskan pembicaraan di antara keduanya seputar kerangka pandang mengenai pembenahan Jawa Barat. Ia mengaku antara dirinya dan Deddy memiliki pemahaman serupa dalam memetakan kondisi politik Jabar.
"Saya menyampaikan beberapa pokok pikiran tentang otonomi, tentang pengelolaan desa, kemudian lingkungan, kemudian infrastruktur. Hampir sama tidak ada perbedaan apapun," katanya.
Pertemuan keduanya semakin intens, seiring penyataan Golkar dan Demokrat yang resmi berkoalisi. Dedi diusung Golkar untuk pilgub, dan Demokrat mengusung Demiz sebagai cagub. Namun penentuan posisi cagub maupun cawagub belum diputuskan.
"Untuk masalah politik biar level DPP yang menyelesaikannya. Bahwa kita tidak berorientasi tidak dalam posisi tapi berdasarkan kinerja dan bermanfaat bagi masyarakat," kata dia.
Di tempat yang sama, Deddy Mizwar mengatakan pertemuan dengan Dedi bukan sebatas rekan kerja semata, namun sudah seperti keluarga.
Ia optimistis keromantisan di antara keduanya tidak akan terpengaruh oleh situasi politik yang sangat dinamis.
"Kalau gini, besok tinggal dilantik kayaknya. Dalam melihat Jawa Barat kita sama," katanya.
Berita Terkait
-
Dapat Uang Rp25 Juta dari Dedi Mulyadi Usai Dibully, Guru Atun Malah Sumbangkan ke Anak Yatim
-
Digelar Besar-besaran, Arak-Arakan Buaya dan Singa Warnai Ultah Anak Dedi Mulyadi
-
Kisah Ibu Guru Atun: Dibully Murid, Dikasih Dedi Mulyadi Rp25 Juta, Lalu Disedekahkan
-
Viral Murid Acungkan Jari Tengah ke Guru, Dedi Mulyadi Usul Pelaku Dihukum
-
Viral Wagub Kalbar Tantang Dedi Mulyadi Pimpin Daerahnya: Kalau Bisa Kucium Lututnya
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat