Suara.com - Ratusan orang yang melakukan demonstrasi di depan kantor Facebook perwakilan Indonesia, kompleks perkantoran Capital Place, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018), mulai membubarkan diri secara tertib pukul 17.20 WIB.
Sebelum membubarkan diri, salah satu orator menyampaikan kepada massa aksi bahwa perwakilan Facebook tidak dapat ditemui oleh perwakilan demonstran.
"Kawan-kawan pihak Facebook tak bisa ditemui. Ternyata mereka kabur, tak mau temui perwakilan kita. Mereka itu takut," ujar salah satu orator.
Selanjutnya, perwakilan massa aksi memberikan tenggat waktu kepada pihak Facebook sampai Senin (15/1/2018), untuk memberikan jawaban atas akun-akun kelompok mereka yang diblokir.
"Kita tunggu jawaban pihak FB sampai Senin, kawan-kawan. Kini kita bubarkan diri tertib dan hati-hati dijalan sampai dengan selamat," lanjut orator.
Untuk diketahui, kantor Facebook perwakilan Indonesia pada Jumat hari ini libur. Sementara pendemo tak mengetahui hal tersebut.
Eggi Sudjana, pentolan pendemo itu, mengatakan seluruh pegawai Facebook libur dan tak ada aktivitas di dalam kantor tersebut. Karenanya, ia hanya ditemui oleh pengelola gedung.
"Kami kecewa berat, karena Facebook Indonesia sepengetahuan pengelola gedung hari ini tidak ada aktivitas, seluruh pegawainya diliburkan. Jadi tidak ada yang bisa ditemui," ujar Eggi.
Baca Juga: Akhir Karier Pencuri Motor Sadis Jaringan Lampung di Ibu Kota
Langgar Standar Facebook
Melalui pernyataan resminya kepada Suara.com, Facebook Indonesia mengatakan ingin menjadi tempat yang aman untuk berbagi cerita dengan teman atau keluarga.
“Kami ingin agar semua orang yang menggunakan Facebook merasa aman dan nyaman saat mereka berbagi cerita maupun berhubungan dengan teman dan keluarganya," tulis mereka.
Selain itu, Facebook Indonesia menegaskan siap melakukan diskusi dengan sejumlah pihak untuk meningkatkan kesadaran akan topik tertentu.
"Kami terbuka apabila Facebook digunakan untuk berdiskusi mengenai beragam topik dan gagasan serta meningkatkan kesadaran akan isu yang penting bagi masyarakat," lanjut mereka.
Kendati terbuka dengan semua pihak, Facebook Indonesia menegaskan tidak segan-segan menghapus segala konten yang melanggar standar komunitas yang telah ditetapkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
Respons Cepat Kemensos, Bantuan dan Dapur Umum Disiapkan untuk Korban Bencana di Tegal
-
Untar Hormati Keputusan Keluarga Lexi Valleno Havlenda, Tegaskan Komitmen Penyelesaian
-
Polisi Ungkap Pola Pelaku Tawuran di Jakarta: Saling Tantang di Medsos hingga Konsumsi Obat Keras
-
Fakta Baru! Siswa SMP Pelaku Molotov di Kalbar Satu Komunitas dengan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta
-
Berkaca dari Ledakan SMAN 72 dan Molotov Kalbar, Pengamat: Monster Sesungguhnya Bukan Siswa
-
Di Balik Polemik: Mengapa Reformasi Polri di Bawah Presiden Dipilih Komisi III DPR?
-
Kemenag Pastikan Tunjangan Guru Lulusan PPG 2025 Cair Maret 2026 Jelang Lebaran
-
Bukan Sekadar Rusak! Misteri Galian Kabel Jadi Biang Kerok Jalan Margasatwa Raya Bolong Terus
-
Feri Amsari Curiga Banyak Kasus Korupsi Dimunculkan oleh Kekuasaan
-
Program Makan Bergizi Gratis Tuai Pujian UNICEF: Jangkau 60 Juta Orang, Sasar Masa Depan Papua