Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang (OSO) mengklaim sudah mendapat Surat Keputusan dari Kementerian Hukum dan HAM tentang susunan pengurus baru DPP Partai Hanura.
SK Kemenkumham dengan nomor registrasi M.HH/01.AH.11.01 Tahun 2018 itu dipamerakan oleh Oesman kepada sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Hanura yang menghadiri acara ramah tamah di rumah Oesman, Jalan Karangasem, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2018) malam.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah itu mengklaim mendapatkan SK dari Kemenkumham sore tadi.
"Tidak disangka-sangka kemarin kita masukin surat ke Kemenkumham, ternyata ini hari sudah keluar surat itu bahwa kitalah yang sah," kata Oesman di kediamannya.
Oesman berharap pada semua kader Partai Hanura yang sampai saat ini masih setia bersama dirinya supaya tetap menjaga persatuan dan tidak terpengaruh dengan ajakan-ajakan kelompok lain untuk keluar dari jalur organisasi.
"Saudara tahu saya, saya ini cinta saudara dan saya mau kita tetap bersatu. Siap nggak kita ini untuk bersatu? Siap kita untuk menang? Siap kita ini untuk disiplin? Siapkah kita untuk membangun karakter partai?," ujar Oesman disambut kata “siap” secara serentak oleh peserta halal bi halal.
Oesman juga meminta pada semua kader untuk mengajak kader lainnya yang bergabung dengan kelompok yang ingin menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa untuk menggantikan Oesman dari posisi Ketua Umum.
"Ajak mereka kembali. Kita kasih kesempatan untuk mereka kembali. Kita jangan mau dihancurkan oleh kepentingan orang lain. Ingat jangan kita tergoda, jangan mau dibohongi, kita sudah besar, partai kita sudah besar, maka banyak yang ingin partai kita kecil," kata Oesman.
Seperti diketahui, sejumlah pengurus DPP Partai Hanura mengajukan mosi tak percaya yang berujung pada pemecatan Oesman Sapta Odang (OSO) dari kursi Ketua Umum Partai Hanura, Senin (15/1/2018) lalu. Aksi yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Partai Hanura Syarifuddin Sudding tersebut bahkan mengangkat seorang Pelaksana Tugas Ketua Umum, yakni Marsekal Madya (Purn) Daryatmo.
Baca Juga: Pemecatan OSO Dianggap Kejahatan Terstruktur
Kubu Daryatmo pun recananya akan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa pada malam ini, untuk memilih Ketua Umum definitif pengganti Oesman.
Berita Terkait
-
Heboh Naik Jet Pribadi OSO, Menag Nasaruddin Buka Suara di KPK: Tak Ada Pesawat Tengah Malam
-
KPK Akan Usut Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura
-
Jejak Mewah PK-RSS: Menag Nasaruddin Umar dalam Pusaran Polemik Jet Pribadi OSO
-
Politikus Partai Hanura Pemilik Tempat Karaoke Plus Prostitusi Ditahan
-
Buka Bersama Partai Hanura dengan Kepala Daerah, Gubernur Aceh Beberkan Cerita Saat Retret
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD
-
Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal
-
400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran
-
Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia
-
Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD
-
Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN
-
Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata
-
Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia
-
Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel
-
Kasus ISPA Sempat Naik, Pancoran Perkuat Edukasi Kesehatan Lewat 125 Kader