Suara.com - Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura kubu Oesman Sapta Odang menuding Musyawarah Luar Biasa yang digelar di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (18/1/2018) tidak sah.
Wakil Ketua Umum Partai Hanura kubu Oesman I Gede Pasek Suardika mengatakan pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM telah mengesahkan struktur kepengurusan Hanura periode 2015-2020 dengan Ketua Umum Oesman Sapta Odang pada 17 Januari 2018.
"Artinya tanggal 17 Januari sudah jelas siapa yang sah dewan pimpinan pusat. Di luar dewan pimpinan sah bukan Partai Hanura. Kalau arisan kumpul kumpul itu boleh, kegiatan apapun yang dikonfirmasi ke kami itu tidak ada urusan oleh DPP Partai Hanura yang sah," ujar Pasek dalam jumpa pers di Manhattan Hotel, Jakarta, Kamis (18/1/2018) malam.
Menurutnya kepengurusan Partai Hanura di bawah kepemimpinan Oesman adalah yang sah karena sudah terdaftar di Kemenkumham. Adapun kegiatan yang digelar bukan dari kepengurusan Oesman tidak sah.
"Publik juga sudah tahu dan stakeholder kenegaraan KPU, Bawaslu sudah paham organisasi yang diakui yang sudah terdaftar di Kemenkumham dan kami mohon dihargain," kata dia.
Menurutnya dinamika yang terjadi di dalam Partai Hanura merupakan dinamika yang biasa di dalam berpolitik. Pasek pun menjelaskan tidak semua perwakilan kader dari DPD hadir, lantaran sebagian perwakilan DPD sudah kembali ke daerahnya masing-masing.
Kata Pasek, peserta Munaslub yang digelar kubu Syarifuddin Sudding tidak memenuhi persyaratan dua dua pertiga dari jumlah DPD Partai Hanura di Indonesia.
Pasalnya pihak Munalub mengaku mendapat dukungan dari 27 DPD Hanura sebagai syarat untuk melaksanakan munaslub.
"Kalau misalnya publik perlu membutuhkan secara riil kami kan mendatangkan (DPD), sehingga angka yang disebut-sebut ada 27 DPD (jelas siapa saja) dan 400 DPC yang diklaim berubah 420 DPC, tidak usah DPC karena jumlahnya lebih dari 500 yang 34 DPD saja buktikan 27 itu daerah mana saja. Sehingga untuk menyebut dua per tiga saja yang 34 saya yakin dilihat dari sudut pandang manapun tidak menuhi syarat," kata dia.
Maka dari itu, Pasek meminta kubu Hanura Sudding membuktikan kepada masyarakat DPD mana saja yang mendukung digelarnya Munaslub.
"Jadi kami berikan kesempatan, kami selalu tanya itu sampai sekarang tidak muncul-muncul, jadi tidak benar 27 itu di (ganti) pelaksana tugas (Plt) sehingga yang di Plt ada disini semua, tidak. Yang di Plt hanya yang bermasalah," ucap Pasek
Selain itu, Pasek juga menyebut Hanura kubu Oesman menyatakan ada 16 ketua DPD yang udah menyatakan secara tertulis mendukung Oesman ketua umum.
"Apalagi yang tercatat saat ini ada 260 DPC dengan bukti ril otentik mendukung kepengurusan pak Oso, besok Papua Barat, masih terus ada yang berdatangan," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, surat keputusan Pemberhentian Oesman Sapta disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Sidang, Dadang Rusdiana, pada forum Munaslub, di DPP Hanura, Cilangkap, Jakarta, Kamis (18/1/2018).
Pembacaan SK Pemberhentian Oesman Sapta tersebut disambut gegap gempita, peserta Munaslub dengan teriakkan, "Setujuuu!"
Munaslub dihadiri, oleh DPP, 27 DPD, 401 DPC, dan Ormas Partai.
Pimpinan Sidang, Rufinus Hutauruk mengatakan agenda sidang dalam Munaslub, setelah persetujuan tata tertib, dilanjutkan pembacaan sikap mosi tidak percaya kepada Oesman Sapta, serta pembacaan keputusan pemberhentian Oesman Sapta dari jabatan ketua umum Partai Hanura.
Selanjutnya, dilakukan penyampaian pandangan-pandangan dari DPD-DPD serta Ormas Partai dan kemudian dilakukan pemilihan ketua umum. Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Partai Hanura dalam Munaslub ini.
Berita Terkait
-
Cerita Inspiratif: Desa Hanura Lampung Tumbuh Lewat Sinergi Alam dan Warga
-
KPK Akan Usut Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura
-
Jejak Mewah PK-RSS: Menag Nasaruddin Umar dalam Pusaran Polemik Jet Pribadi OSO
-
Politikus Partai Hanura Pemilik Tempat Karaoke Plus Prostitusi Ditahan
-
Buka Bersama Partai Hanura dengan Kepala Daerah, Gubernur Aceh Beberkan Cerita Saat Retret
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah