Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali harus menjalani "shutdown" (penghentian sementara) aktivitas lembaga federal, setelah Senat gagal menyetujui anggaran pemerintah yang diajukan melalui rancangan undang-undang (RUU).
Dalam pemungutan suara di Senat, Jumat (19/1/2018) waktu setempat, RUU berisi anggaran belanja jangka pendek yang harusnya bisa membiayai pemerintahan AS hingga 16 Februari itu tidak mendapatkan 60 suara minimal yang dibutuhkan. Padahal di saat-saat terakhir, sempat digelar sejumlah pertemuan lobi-lobi antara dua kubu, yakni Partai Republik pendukung Presiden Donald Trump dengan Partai Demokrat.
Ini adalah kejadian "shutdown" terkini sejak terakhir kali terjadi pada tahun 2013 lalu. Namun lebih jauh, ini adalah "shutdown" pertama di mana Republik selaku partai pendukung Presiden tidak saja menguasai Gedung Putih tapi juga mendominasi lembaga legislatif (termasuk Kongres AS).
Sebagai respon atas kegagalan disetujuinya RUU tersebut, Gedung Putih pun segera melontarkan tuduhan negatif kepada pihak Demokrat. Mereka menyebut orang-orang Demokrat telah "melakukan penyanderaan terhadap warga negara yang dilindungi hukum demi mewujudkan permintaan tak bertanggung jawabnya".
"Mereka lebih mendahulukan politik ketimbang keamanan nasional kita, keluarga militer, anak-anak yang tak berdaya, serta kemampuan negara untuk melayani semua warga Amerika," ungkap juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, seperti dilansir BBC.
Namun sebaliknya, pimpinan Demokrat di Senat, Chuck Schumer, mengatakan bahwa Presiden Trump telah menolak dua kesepakatan kompromi dari kedua pihak yang telah dicapai sebelumnya. Trump juga disebutnya tak mau menekan orang-orang Republik di Kongres.
Kenapa Bisa "Shutdown" dan Apa Kemungkinan Dampaknya?
Sebenarnya, belum begitu jelas ke mana arah pemungutan suara untuk RUU itu seiring mendekatnya deadline pada Jumat malam. Yang jelas, kubu Republik dan Demokrat memang berbeda pandangan dalam sejumlah isu-isu krusial.
Sebelumnya pada Kamis malam, DPR AS telah menghasilkan suara 230 berbanding 197 untuk menyetujui RUU yang akan memberikan anggaran bagi pemerintah hingga pertengahan Februari itu. Namun kemudian RUU itu gagal lolos di Senat dengan margin suara 50-49 saja.
Sebanyak lima legislator Republik disebut justru memilih menolak RUU tersebut di Senat, sementara sebaliknya lima orang Demokrat malah menyatakan mendukung.
Shutdown terakhir kali di AS terjadi pada 2013 lalu yang berlangsung selama 16 hari. Saat itu, sejumlah besar pegawai pemerintah harus dirumahkan.
Kebanyakan kantor pemerintahan akan ditutup karena UU Federal mengharuskan lembaga pemerintahan berhenti beraktivitas jika Kongres tidak mengalokasikan anggaran untuk membiayainya. Taman-taman nasional, museum dan monumen misalnya, hampir dipastikan juga akan tutup. Dalam beberapa hari, layanan paspor dan visa juga biasanya akan berhenti.
Meski begitu, layanan-layanan mendasar dan penting akan tetap beroperasi. Termasuk di antaranya adalah yang terkait keamanan nasional (seperti militer), jasa pos, kontrol penerbangan, layanan perawatan medis, layanan obat-obatan darurat, bantuan bencana, penjara, perpajakan, hingga pembangkit dan pengelolaan listrik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
-
Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia
-
Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini
-
Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja
-
Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini
-
Ikuti Jejak Yaqut, Noel Mau Ajukan Tahanan Rumah ke KPK
-
Bikin Iri Donald Trump, Iran Izinkan Kapal Tanker Jepang Lewat Selat Hormuz