Suara.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Laode M. Syarif mengatakan Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat belum menjalankan rekomendasi KPK terkait pencegahan korupsi di lingkungannya. Padahal, KPK sudah memberikan pendampingan kepada kedua Propinsi yang berada di Ujung Timur Indonesia tersebut dalam membangun sistem pencegahan korupsi.
"KPK telah dan sedang menyupervisi Papua dan Papua Barat tapi sejumlah rekomendasi KPK untuk pengadaan barang jasa, perizinan satu pintu, perbaikan inspektorat belum dijalankan sepenuhnya. KPK sedang mendampingi untuk memastikan rekomendasi-rekomendasi KPK ditindaklanjuti oleh Provinsi Papua," kata Syarief saat dikonfirmasi, Jumat (2/2/2018).
KPK melakukan pendampingan khusus terhadap Papua dan Papua Barat karena kedua provinsi ini mengelola dana otonomi khusus yang besar dari pemerintah pusat. Pendampingan melalui koordinasi dan supervisi ini telah berlangsung setidaknya sejak 2016 lalu.
Adapun beberapa rekomendasi KPK, yakni menerapkan sistem e-planning, e-budgeting dan e-procurement terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan satu pintu dan peningkatan kapasitas inspektorat
Syarief mengatakan belum dijalankannya rekomendasi yang disodorkan KPK menunjukkan belum ada keinginan dari Pemprov Papua dan Papua Barat untuk membangun sistem pencegahan korupsi. Terhadap sikap pemerintah kedua propinsi tersebut KPK tak segan melakukan proses penegakan hukum jika ditemukan bukti permulaan yang cukup tentang adanya penyimpangan dan penyelewengan yang terjadi di kedua provinsi itu.
Saat ini, KPK sedang mengusut kasus dugaan korupsi proyek pengadaan pekerjaan peningkatan jalan Kemiri-Depapre, Jayapura pada APBDP Papua tahun anggaran 2015 yang menjerat Kadis PU Papua, Maikel Kambuaya dan bos PT Bentuni Energy Persada, David Manibui. Selain itu, KPK juga sedang bekerja sama dengan pihak kepolisian terkait kasus dugaan korupsi di sejumlah daerah di Papua maupun Papua Barat.
"Betul dan proses penegakan hukum sedang berjalan untuk beberapa kasus pengadaan. KPK juga bekerja sama dengan polisi dalam mengawal beberapa kasus yang ditangani oleh Polri," katanya.
Desakan untuk mengevaluasi dana otsus yang telah diterima kedua provinsi muncul setelah banyaknya warga Papua yang menderita busung lapar dan campak. Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Saran JK tersebut disambut baik oleh Badan Pemeriksa Keuangan yang siap mengaudit dana otsus. Langkah BPK tersebut diapresiasi oleh KPK, meski dinilai sudah agak terlambat.
"Langkah BPK untuk audit dana otsus walaupun telat perlu diapresiasi. Ketidaktepatan peruntukan dana otsus dan APBD Papua sudah lama dikeluhkan banyak pihak tapi hasil audit BPK tahun 2016 dan 2017 dinyatakan WTP," kata Syarif.
Tag
Berita Terkait
-
Wamendagri Wiyagus Apresiasi Pengobatan Gratis dan Donor Darah oleh Pemprov Papua
-
Kunjungan Gibran ke Asmat, Pantau Museum hingga Pembangunan Gereja
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Dinilai Langkah Berani! Gibran Ajak Mahasiswa Ikut Kunker ke Papua demi Buka Ruang Dialog?
-
Gibran Rakabuming Gandeng Mahasiswa Pantau Langsung Tata Kelola MBG di Indonesia Timur
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Usut Aliran Uang Pemerasan! KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 40 Hari
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
-
Duka Masyarakat Adat di DPR: Tanah Warisan Leluhur Hilang, Anak Buta Huruf karena HGU
-
Pengamat Sentil Pemerintah: Perbesar Telinga untuk Dengar Suara Rakyat!
-
Nama Dedi Congor Muncul di Sidang, KPK Telusuri Aliran Dana Rp30 Miliar dari Bos Blueray Cargo
-
Satu Suara dengan Megawati, GNB Singgung Keresahan Sama Soal Kondisi Bangsa
-
Keir Starmer Mundur, Andy Burnham Calon Kuat Perdana Menteri Inggris Baru
-
Anak Kritik Ada Ulat di Sayur! Emak-emak Ini Tetap Dukung MBG Demi Hemat Uang Jajan
-
Biodiesel B50 Segera Diterapkan, Pakar Ungkap Efeknya di Mobil Tua