Suara.com - Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Komisioner Tinggi HAM PBB, Zeid Ra'ad Al Hussein di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (6/2/2018).
Dalam pertemuan itu, selain membahas pelanggaran hak asasi manusia yang melanda warga Rohingya, juga membicarakan kebijakan diskriminatif terhadap kelompok minoritas seperti Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender atau LGBT.
"Tadi diangkat juga beberapa persoalan terakhir ini terkait RKUHP, termasuk dengan LGBT. Nanti saya dan Pak Komisioner secara lebih mendalam akan membahas isu itu," kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Komisioner Tinggi PBB mengingatkan pemerintah Indonesia agar tidak diskriminatif terhadap kelompok minoritas seperti LBGT. Mengingat Rancangan Kitab Undang undang Hukum Pidana atau RKUHP masih banyak kontroversi, sebab banyak pasal yang diskriminatif.
"Beliau mengatakan bahwa kita tidak boleh melakukan diskriminasi, tetapi Indonesia punya budaya dan kepercayaan bahwa promosi, pormoting secara publik itu tidak dapat diterima. Dan saya menyampaikan itu kan konsep pemerintah, tapi pembahasan masih di parlemen," ujar dia.
Dalam pertemuan itu Zeid Ra'ad Al Hussein menekankan agar hak asasi kelompok minoritas agar dilindungi oleh negara. Hal ini, lanjut dia, juga disampaikan Zeid kepada negara-negara di Eropa. Bahkan Zeid menentang kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang diskriminatif terhadap kelompok minoritas.
"Dalam hal yang sama kita juga di Indonesia harus tetap menghormati hak-hak masyarakat, baik minoritas agama, kelompok termajinalkan, dan percaya Bapak Presiden RI dapat melakukannya dengan baik," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Ini Dedikasi Mantri BRI di Sumatera Utara: Menembus Batas Pelosok Demi UMKM Naik Kelas
-
Mengenal Apa Itu Museum Date, Kencan Elegan ala Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi
-
Spanyol Sudah di Final, Siapa Kini Favorit Juara Piala Dunia 2026?
-
5 Cara Memilih Bedak yang Tepat untuk Kulit Kombinasi, Makeup Tetap Segar dan Bebas Cakey
-
Lawan Isu 'Dalang Kerusuhan' Demo Agustus, PDIP Gugat Zulfan Lindan dan Total Politik ke PN Jaksel
-
Mengubah Hidup Keluarga, Misi Mulia Mantri BRI di Pelosok Sumatera Utara
-
IHSG Lanjutkan Tren Positif di Awal Perdagangan, RANS Masih Diburu
-
Siap-siap BBM Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Telah Melonjak 4 Hari
-
Mensos Gus Ipul: Setiap Siswa Sekolah Rakyat Berharga
-
Gus Ipul Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat Permanen di Sragen