Suara.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon melaporkan pianis Ananda Sukarlan ke Bareskrim Polri pada Jumat (2/3/2018) untuk kasus dugaan penyebaran informasi tidak benar atau hoax di media sosial. Atas laporan kepolisian itu, Ananda telah menunjuk LBH GP Ansor menjadi tim kuasa hukumnya.
"Hari Jumat LBH GP Ansor telah menerima kedatangan Ananda Sukarlan pasca dilaporkan oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Mabes Polri. Maka itu kami akan memberikan pendampingan hukum kepada Ananda Sukarlan," kata Dendy Zuhairil Finsa, selaku tim Kuasa Hukum dari LBH GP Ansor kepada Suara.com, Minggu (4/3/2018).
Ia menyatakan bahwa tidak ada unsur pelanggaran pidana baik Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) atau lainnya dari postingan kliennya di media sosial yang dituduh hoax tersebut.
"Menurut kami dalam postingan yang diunggah Ananda Sukarlan tidak ada unsur melawan hukum yang bisa menjerat yang bersangkutan," ujar Dendy.
Menurut dia, Ananda hanya caption dari akun yang di follow, yang meretweet postingan dari akun @stlaSolo1. Artinya, kata Dendy, kliennya tidak memposting langsung foto Fadli Zon dan Prabowo Subianto (Ketua Umum Gerindra) dengan orang yang disebut admin atau pengelola Muslim Cyber Army (MCA).
"Dan bahkan klien kami juga tidak meretweet langsung, akan tetapi caption apa yang di retweet oleh akun lain," kata Dendy.
Sedangkan kultweet Ananda tentang, "Nah loh, ini kayaknya butuh diRT 58 x 100 kali deh, biar 58 persen itu lihat", merupakan bentuk meminta konfirmasi mengenai kebenaran tweet tersebut.
"Dan yang tahu tentang kebenaran itu Pak Fadli Zon dan para pendukungnya," ujar dia.
Dendy membantah ada hate speech atau ujaran kebencian, pencemaran nama baik dalam postingan kliennya tersebut. Semua itu murni permintaan konfirmasi.
Baca Juga: Tak Hanya Tionghoa, Cap Go Meh di Glodok Pamer Budaya Nusantara
"Namun LBH Ansor tetap menghormati langkah hukum yang diambil Fadli Zon sepanjang didukung bukti dan penafsiran yang tepat atas apa yang dilaporkan. Dan LBH Ansor juga akan mempertimbangkan langkah-langkah hukum yang akan kami lakukan," kata dia.
Selain dikenal sebagai komposer musik, nama Ananda Sukarlan pada November 2017 sempat ramai diberitakan, karena aksi walk out ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan berpidato di acara peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Bukan Menolak Lirboyo, Ini Sebenarnya yang Terjadi Saat Munas di Ploso
-
Kasus YTR Tuai Kecaman, Negara Diminta Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Gender
-
Pemkab Bangkalan Borong Jajanan PKL Saat Penyambutan Prabowo, Warga Nikmati Pembagian Gratis
-
Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA
-
Wacana Gabungkan Pidsus dan Pidum, Burhanuddin Nilai Koordinasi Penanganan Perkara Lebih Efektif
-
Risky Tinggalkan Rutinitas Jual Ikan Keliling, Kini Menata Mimpi di Sekolah Rakyat
-
Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda
-
Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara
-
Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp 5 Juta, Respons Pernyataan Prabowo soal Kebocoran Anggaran
-
Siswa SD-SMP Batam Aksi Dukung MBG, DPR: Kemendikdasmen Selidiki Dugaan Mobilisasi Massa