Suara.com - Presiden Joko Widodo rajin melaporkan gratifikasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tak tanggung-tanggung, gratifikasi yang dilaporkan nilainya mencapai Rp58 miliar dari tahun 2017 hingga 2018.
Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono mengatakan Jokowi merupakan salah satu pejabat yang paling besar melaporkannya ke KPK.
"Pak Presiden telah melaporkan pada tahun lalu total nilanya adalah Rp58 miliar," ujar Giri di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (12/3/2018).
Giri menjelaskan, barang-barang gratifikasi yang dilaporkan presiden jumlahnya cukup banyak. Tetapi Giri tidak mau merinci barang-barang tersebut.
"Ada sekitar enam boks yang lumayan besar juga. Cuma memang ada permintaan agar pemberi dan lain-lain untuk tidak dipublikasikan. Namun demikian nilai bisa saya sampaikan sekitar Rp58 miliar," katanya.
Sejumlah barang atau pemberian untuk Jokowi yang sudah dilaporkan di antaranyaya dua kuda sandelwood dan album piringan hitam Metallica berjudul Master of Puppets pemberian Perdana Menteri Denmark, Lars Lokke Rasmussen. Tetapi, Jokowi mengganti sejumlah uang ke negara agar bisa memiliki piringan hitam tersebut.
"Untuk laporan terakhir adalah piringan hitam, piringan hitam yang Metallica, kami punya mekanisme baru. Bahwa pelapor boleh memiliki dan memberikan kompensasi berupa uang pengganti kepada Kementerian Keuangan. Dan beliau bersedia untuk mengganti," katanya.
"Jadi ke depan siapapun pegawai negara pejabat yang ingin memilikinya bisa. Tinggal memberitahukan kepada KPK ingin memiliki barang tersebut dan menggantinya," Giri menambahkan.
Selanjutnya Kementerian Keuangan akan menentukan nasib barang-barang tersebut. Ada empat opsi terkait hal itu.
Pertama, seluruh barang pemberian ke Jokowi akan dilelang. Kedua, dimasukkan ke dalam museum Balai Kirti di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor. Ketiga, barang-barang gratifikasi akan diserahkan ke yayasan atau lembaga atau institusi atau kelompok yang membutuhkannya. Keempat, dapat dibeli oleh pelapor, dalam hal ini Presiden Jokowi.
"Nanti DJKN (Direktorat Jenderal Kekayaan Negara) akan memutuskan apakah barang-barang tersebut akan ditaruh di museum apakah secara untuk pembelajaran di tempat lain, atau dilelang, atau mungkin hal-hal lain yang akan diputuskan demi kepentingan masyarakat bangsa," katanya.
Berita Terkait
-
Analis Bongkar Misi Reshuffle Prabowo Hapus Bayang-bayang Jokowi dan Jadikan Dudung 'The New Luhut'
-
Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya
-
Reshuffle Kabinet Terkini, Kenapa Prabowo Pilih Senin Wage dan Tinggalkan Tradisi Rabu Pon Jokowi?
-
Bos Perusahaan Rokok PT Gading Gadja Mada Dipanggil KPK untuk Kasus Bea Cukai
-
Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!