- Wasekjen PSI, Andi Saiful Haq, menyamakan posisi politik Jokowi dengan Messi tanpa Piala Dunia saat Rakernas PSI 2026.
- Menurut PSI, Jokowi telah sukses di eksekutif namun masih membutuhkan kemenangan legislatif untuk melengkapi warisan politiknya.
- Jokowi menyatakan kesiapan memenangkan PSI pada Pemilu 2029 sebagai langkah strategis menuntaskan *legacy* politiknya.
Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andi Saiful Haq, melontarkan analogi menarik terkait posisi politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Ia menyebut Jokowi layaknya Lionel Messi tanpa Piala Dunia, sosok besar dengan segudang prestasi yang masih memiliki satu capaian penting untuk melengkapi warisan kariernya.
Pernyataan itu disampaikan Saiful di tengah hiruk pikuk Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI 2026 di Makassar, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, sikap politik Jokowi yang menyatakan siap memenangkan PSI pada Pemilu 2029 merupakan langkah strategis untuk menuntaskan legacy politiknya.
“Pak Jokowi itu ibarat Messi tanpa Piala Dunia,” ujar Saiful.
Saiful menjelaskan, perumpamaan tersebut merujuk pada perjalanan karier Lionel Messi yang telah menyapu hampir seluruh gelar prestisius di level klub dan individu, sebelum akhirnya melengkapi pencapaiannya dengan trofi Piala Dunia 2022 bersama Argentina.
“Messi sudah memenangkan hampir semua gelar, La Liga, Copa del Rey, Liga Champions, Ballon d’Or, hingga Sepatu Emas. Baru terasa lengkap setelah Piala Dunia. Mirip seperti Pak Jokowi,” katanya.
Dalam pandangan PSI, Jokowi memiliki rekam jejak politik yang nyaris paripurna di jalur eksekutif.
Ia menilai keberhasilan Jokowi menaklukkan berbagai jenjang pemilihan langsung merupakan pencapaian langka di panggung politik nasional.
Baca Juga: Siasat Jokowi Mati-matian untuk PSI, Ambisi Tiga Periode atau Sekoci Politik Keluarga?
“Pak Jokowi dua kali menang Pilkada Wali Kota Solo dengan kemenangan besar, menang Pilkada Gubernur DKI Jakarta, lalu dua kali terpilih sebagai Presiden RI. Bahkan namanya disebut sebagai faktor penting kemenangan Prabowo–Gibran. Setelah tidak menjabat pun, tingkat kepuasan publik terhadap beliau masih tinggi,” jelas Saiful.
Meski demikian, Saiful menilai masih ada satu target politik yang belum sepenuhnya diraih Jokowi, yakni kemenangan Pemilu Legislatif. Inilah yang ia samakan dengan ambisi Messi sebelum mengangkat Piala Dunia di akhir kariernya.
“Semua tingkatan pemilu eksekutif sudah pernah dimenangkan Pak Jokowi. Tinggal satu lagi, Pemilu legislatif,” ungkapnya.
Saiful mengakui Jokowi pernah memenangkan Pemilu Legislatif bersama PDI Perjuangan, namun menurutnya, kemenangan itu tidak pernah sepenuhnya dikaitkan dengan kontribusi Jokowi, meskipun berbagai survei menunjukkan pengaruh signifikan mantan Wali Kota Solo tersebut.
“Karena itu wajar jika dalam Rakernas PSI 2026 ini, Pak Jokowi akan mati-matian membawa PSI ke Senayan. Bagi beliau, ini adalah karier paripurna—seperti Piala Dunia bagi Messi,” pungkas Saiful.
Berita Terkait
-
Siasat Jokowi Mati-matian untuk PSI, Ambisi Tiga Periode atau Sekoci Politik Keluarga?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Akademisi Beri Peringatan Keras: Indonesia Belum Siap E-Voting, Ancaman Kejahatan Siber Mengintai!
-
Di RDPU Komisi II DPR, Akademisi UI Usul Bawaslu Dibubarkan dan Cabut Wewenang Sengketa MK
-
Guntur Romli Kuliti Jokowi: Demi PSI, Dinilai Lupa Rakyat dan Partai Sendiri
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi