Suara.com - Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie mengklaim tidak menerima uang aliran dana korupsi proyek e-KTP untuk kegiatan Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar di tahun 2012. Saat itu, Aburizal jabat Ketua Umum Partai Golkar.
"Saya bisa pastikan sejuta persen (tidak ada aliran dana e-KTP untuk Golkar)," kata Aburizal di sela acara Rapat Kerja Nasional Partai Golkar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (22/ 3/2018).
Sebelumnya, terdakwa kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto mengaku saat itu keponakannya, Irvanto memberi uang sebesar Rp5 miliar pada Partai Golkar untuk kegiatan Rapimnas.
"Tanya kepada pak Novanto sebagai Bendahara Umum," ujar Aburizal.
Lagi pula, kata dia, Novanto sendiri tidak mengatakan bahwa ia terima uang dari Irvanto untuk keperluan Rapimnas.
"Kalau saya baca kan bukan gitu ya bunyinya. Bukan gitu. Bunyinya kalau saya baca dari koran, itu (uangnya) disumbangkan, dia nggak tahu itu darimana. Terus kemudian dari sana, dari keponakannya ternyata dari e-KTP. Karena itu dia koreksi. Begitu," tutur Aburizal.
Dalam persidangan yang digelar hari ini, majelis hakim bertanya kepada Novanto, saat dikonfrontir bersama Irvanto, apakah dia menanyakan duit Rp5 miliar tersebut diberikan kepada siapa. Mendengar pertanyaan dari majelis hakim hakim, Novanto menjawab dengan tenang.
"Setelah saya cek dan hitung-hitung semalam, apa yang terjadi sebagaimana yang dilakukan Andi dan sebagaimana kurir, saya baru ingat waktu itu dia ada kontribusi di dalam Rapimnas Partai Golkar pada bulan Juni tahun 2012," jawab Novanto.
"Waktu itu ada kekurangan dana, terus disampaikan kepada saya, kata Irvanto ’saya sudah bayar nih’. Saya pikir waktu itu mungkin dia ada kerjaan dengan Andi Narogong, tapi setelah saya lihat bahwa dengan adanya keterangan Ahmad, maka saya meyakinkan bahwa ini pasti dari uang e-KTP," tambah Novan
Baca Juga: Setor Nama-nama Koleganya ke KPK, Setnov Minta Tak Tebang Pilih
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Siapkan Payung Saat Ramadan, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Berlanjut di Sebagian Besar Indonesia
-
Kemenkes Minta Jangan Lagi Ributkan BPJS PBI: RS Harus Tetap Layani Pasien
-
Kemenko Kumham Imipas Sebut Perlu Sinkronisasi Regulasi dalam Penyelesaian Overstaying Tahanan
-
7 Fakta Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 804 Warga Mengungsi
-
Pakar Teknik Ingatkan Program Gentengisasi Prabowo Tak Bisa Dipukul Rata
-
Pemanasan Global Ubah Cara Atmosfer Mengurai Gas Rumah Kaca: Apa Dampaknya?
-
Respons Kritik soal Pengangkatan jadi Hakim MK, Adies Kadir: Bisa Tanya ke DPR
-
Lantai Dapur Ambrol ke Sungai, Warga Kutawaringin Ditemukan Tak Bernyawa Usai 4 Hari Pencarian
-
Ramai BPJS PBI Nonaktif, Menkes Sebut Solusi Masih Dibahas Pemerintah
-
Eddy Soeparno: Kalau Ditanya Hari Ini, Saya Dukung Pak Zulhas Dampingi Pak Prabowo di 2029