Suara.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh menggelar tahlilan dan berdoa bersama untuk almarhum Muhammad Zaini Misrin Arsyad (MZMA), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Madura yang dihukum mati di Mekkah, Arab Saudi.
Dari keterangan yang diperoleh Antara, acara tahlilan dan doa bersama dilakukan usai salat Jumat. Acara tersebut dilakukan atas perintah Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel sebagai wujud keprihatinan dan solidaritas atas suasana duka yang dialami oleh keluarga Zaini.
Kegiatan dihadiri langsung oleh Dubes Maftuh dan keluarga besar KBRI serta perwakilan tokoh masyarakat. Total sekitar ada 100 orang yang hadir waktu itu.
Maftuh dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah telah melakukan ikhtiar maksimal untuk menyelamatkan Zaini dari vonis hukuman mati (kisas). Tapi kata dia, takdir berkata lain.
"Sebagai pelayan Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi kami minta maaf atas kegagalan kami memberi perlindungan kepada MZMA," ujarnya.
Menurut dia, perwakilan RI di Arab Saud telah menempuh berbagai jalur baik hukum maupun diplomasi. Dari sisi hukum dengan menyewa pengacara. Sementara diplomasi dengan mengirimkan surat Presiden RI sebanyak dua kali kepada Raja Arab Saudi.
Kemudian, surat yang dikirim oleh KBRI berisi permohonan peninjauan kembali amar putusan pengadilan dengan mengupayakan novum atau bukti baru yang diharapkan dapat meringankan Zaini.
"Tapi pemilik hak legal titah kisas tetap berada pada ahli waris Abdullah Al Sindi, majikan alm Zaini," kata Dubes seperti ditulis dalam akun Facebook KBRI Riyadh.
Melihat berbagai kasus hukum yang dialami oleh WNI di Arab Saudi, Atase Tenaga Kerja KBRI Riyad Dr Sa'dullah Affandy mengimbau masyarakat agar membantu memberikan pemahaman bagi siapa pun yang hendak berangkat ke Arab Saudi, baik untuk bekerja maupun belajar atau dalam rangka tugas, supaya memahami sistem hukum yang berlaku di Arab Saudi.
"Mohon teman-teman yang tinggal di sini (Arab Saudi), apa pun pekerjaannya, bisa membawa diri dan berhati-hati selama di Arab Saudi, supaya terhindar dari kasus hukum," katanya.
Acara tahlilan dipimpin oleh tokoh masyarakat Indonesia di Riyadh KH Abd Malik Annamiri, sedangkan penyuluhan hukum disampaikan oleh Muhibbuddin Atase Hukum KBRI Riyadh.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan