Suara.com - Polisi meringkus komplotan perampok PT Jin Woo Mega Karya, pabrik pembuatan gitar elektrik di Jalan Tabri, Cirarab, Legok, Tangerang, Banten.
Akibat dirampok, pemilik pabrik gitar elektrik itu mendapat kerugian hingga mencapai jutaan rupiah.
"Dengan adanya kejadian tersebut, korban menderita kerugian sebesar Rp33 juta," kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Alexander Yurikho saat dikonfirmasi, Minggu (1/4/2018).
Menurut Alexander, peritiwa perampokan itu terjadi pada Kamis (23/3/2018) malam. Otak perampokan itu sendiri dilakukan seorang karyawan pabrik bernama Junaedi (45).
Saat menjalankan aksinya, Junaedi dibantu dua rekannya bernama Toni dan Suherman.
Saat di pabrik, komplotan perampok ini mencongkel kaca jendela memakai alat yang sudah disiapkan. Ketiga pelaku juga berbagi peran saat melaksanakan aksi perampokan.
"Terlebih dahulu tersangka Toni merusak jendela gudang dengan cara mencongkel daun jendela menggunakan kunci roda. Sementara tersangka Junaedi berada di luar gudang berperan menutup kamera CCTV menggunakan kertas agar tidak termonitor oleh anggota satpam," jelasnya.
Namun, aksi mereka dicurigai oleh dua petugas keamanan yang sedang bertugas piket malam. Jejak-jejak para perampok terendus petugas seusai kabur membawa barang curian dari pabrik pembuatan gitar elektrik tersebut.
Setelah mendapat laporan dari pemilik pabrik, polisi baru meringkus Junaedi dan Toni pada Sabtu (31/3/2018) kemarin.
Baca Juga: Alasan Persib Tak Bawa Eka Ramdani Hadapi Laskar Wong Kito
Selain menangkap tersangka, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa ratusan spool gitar dan bas bermacam merek; 410 lembar logo merek DB; 188 buah knop gitar; 5 buah tarikan senar bas; 10 buah transut gitar; dan, 29 buah tutup transut gitar warna silver.
Polisi juga masih memburu Suherman yang kini masih buron.
Atas perbuatannya itu, dua tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dan terancam hukuman pidana maksimal tujuh tahun.
Berita Terkait
-
Tengkorak Sopir Go-Car yang Hilang Diyakini Lebih Besar
-
Jasad Supir Gocar Tinggal Tulang, Pelaku Perampokan Ditembak Mati
-
Modus Jadi Intel Polisi, Roy Martin Kelabui Sopir Mobil Box
-
Gadis Palestina yang Hilang di Ciputat Berstatus Pengungsi
-
Tabrakkan Diri ke Kereta, Deny Tewas Setelah Terseret 200 Meter
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi