Suara.com - Seorang mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berinisal CPI (22) Ditangkap kepolisian Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah (Jateng), Senin (26/3/2018). Dia ditangkap di Jalan Tirto Usodo Timur, Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang setelah kedapatan membawa sembilan butir ekstasi.
Kepala BNN Provinsi Jateng, Brigjen Pol. Tri Agus Heru Prasetyo mengatakan CPI mendapat pil ekstasi itu dengan cara membeli secara online di sebuah situs dark web. Narkoba yang memiliki nama lain Metilendoksimetamfetamina (MDMA) itu dibeli tersangka dengan menggunakan uang virtual atau bitcoin.
"Sembilan butir pil ekstasi itu dibeli tersangka dengan bitcoin. Total harganya diperkirakan sekitar Rp800.000," ujar Tri Agus saat sesi jumpa pers di kantor BNN Provinsi Jateng, Rabu (4/4/2018).
Penggunaan bitcoin untuk membeli narkoba di kalangan mahasiswa di Semarang ini merupakan kali kedua yang berhasil diungkap BNN Jateng. Kali pertama, BNN Jateng meringkus mahasiswa yang membeli narkoba secara online dengan menggunakan bitcoin terjadi pada awal 2017 lalu.
"Ini menjadi keprihatinan kita. Ternyata masih banyak kalangan pelajar maupun mahasiswa yang terjerat narkoba. Data kami 2017 menyebutkan dari 500.000 pengguna narkoba di Jateng, 27 persen di antaranya merupakan pelajar atau mahasiswa," tutur Tri Agus.
Terbongkarnya kasus penyalahgunaan narkoba yang dilakukan CPI berasal dari informasi Kantor Bea dan Cukai Tanjung Emas. Pihak Bea dan Cukai Tanjung Emas melaporkan adanya paket pengiriman barang dari Belanda yang mencurigakan.
"Setelah kami periksa ternyata isinya narkoba, dengan nama pengirim tidak disebutkan. Penemuan itu pun langsung kami laporkan ke BNN," ujar Kepala Kantor Bea dan Cukai Tanjung Emas, Tjertja Karja Adi.
Artikel ini sebelumnya sudah dimuat dalam laman Solopos.com yang merupakan media jaringan suara.com di daerah.
Baca Juga: Kasus Narkoba Bayi CSA, Orangtua Diminta Perhatikan Makanan Anak
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi