Suara.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) telah menyita 44,7 kilogram narkoba jenis sabu-sabu dan 58 ribu butir pil ekstasi dari penangkapan sindikat peredaran narkoba asal Aceh.
Petugas BNN juga menembak mati satu dari delapan tersangka lantaran hendak melarikan diri saat dilakukan pengembangan kasus.
Salah satu tersangka yang dilumpuhkan adalah Murtala yang berperan sebagai pengendali narkoba.
"Petugas BNNP Aceh melakukan tindakan tegas terukur dilumpuhkan dengan tembakan. Dalam perjalanan ke RS yang bersangkutan meninggal," kata Direktur Penindakan BNN Irjen Arman Depari melalui keterangan tertulis, Senin (2/4/2018)
Arman menyampaikan, Murtala berusaha kabur ketika sedang di bawa petugas untuk pengembangan ke kawasan Lhoksumawe, Aceh. Bahkan, kata Arman tersangka nekat melompat ke luar mobil yang dibawa petugas. Sebelum melakukan aksi nekatnya itu, Murtala berhasil membuka borgol yang diikat di kedua tangannya.
"Saat dalam perjalanan di Jalan Soekarno Hatta, tersangka (Murtala) melakukan perlawanan dan melarikan diri dengan cara membuka pintu mobil dan meloncat keluar," kata dia.
Kasus ini terungkap saat petugas BNN menangkap satu orang tersangka bernama Khaerun Amri di Jalan Raya Langkat, Sumatera Utara pada Rabu (28/3/2018). Dari penangkapan itu, BNN berhasil menyita dua bungkus plastik berisi satu gram lebih sabu-sabu.
"Dikembangkan pada hari yang sama ditemukan barang bukti tambahan sabu 16 kilogram dan 58.000 ekstasi," kata Arman.
Tak hanya itu, petugas juga kembali mengembankan kasus dan menangkap tersangka bernama Andi Syaputra, Rendy P, Mukhlis, Zulkifli, Murtala dan Rizal. Penangkapan kelima tersangka yang masih satu jaringan peredaran narkoba ini dilakukan di beberapa lokasi berbeda.
Baca Juga: Perempuan Bervagina Sobek Diduga Tewas karena Lelah Melahirkan
Terakhir tersangka yang ditangkap BNN bernama Denny Saputra. Penangkapan dilakukan pada Sabtu (31/3/2018) lalu. "Barang Bukti yang disita sebanyak 7 kilogram narkotika jenis sabu," kata Arman
Selain narkoba, petugas BNN juga menyita barang bukti lain berupa mobil, sepedamotor, telepon genggam, dokumen, dan ATM dari penangkapan delapan tersangka tersebut.
Berita Terkait
-
Modus Rokok Modifikasi: Cara Licik Selundupkan Tembakau Sintetis ke Lapas Karawang Terbongkar
-
Polda Jambi Ringkus M. Alung Buronan Sabu 58 Kg yang Sempat Kabur
-
Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja
-
Kapolda Riau Minta Maaf di Tengah Masyarakat Panipahan, Tegaskan Evaluasi Menyeluruh
-
Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Fakta Mengerikan Penembakan 8 Anak di AS: Pelaku Eks Tentara, 7 Korban Anak Kandung Tersangka
-
Horor di Louisiana! Penembakan Brutal Tewaskan 8 Anak, TKP di 3 Rumah
-
Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin
-
Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu
-
Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
-
Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah
-
Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima