Suara.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menggelar Rapat Koordinasi Bidang Nasional III Kemaritiman di Kantor DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung Nomor 99, Jakarta Selatan, Minggu (8/4/2018).
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristyanto mengatakan, Rakorbidnas Kemaritimam kali ini adalah bentuk dukungan partai pada pemerintah dalam membumikan prinsip-prinsip Indonesia sebagai poros maritim dunia.
"Di dalamnya ada budaya maritim. Ada kesadaran maritim sebagai bangsa yang memiliki potensi kelautan yang luar biasa. Kemaritiman sebagai kekuatan geopolitik yang membuat Indonesia berada di posisi strategis,” kata Hasto.
Oleh karena itu, PDIP berupaya menggalang seluruh kekuatannya dengan melibatkan simpul-simpul partai dalam mewujudkan prinsip kemaritiman yang menjadi Program Presiden Joko Widodo.
Hasto mengatakan, dalam rapat kali ini akan banyak hal yang menjadi fokus pembahasan, utamanya yang berkaitan dengan kemaritiman.
"Pergerakan ekonomi nelayan itu juga akan dibahas melalui rapat koordinasi nasional ini," ujar Hasto.
"Kami mengusung tema bagaimana Indonesia berdaulat dalam bidang ekonomi sekurang-kurangnya terkait pangan, energi, pertahanan keamanan serta kemampuan membangun infrakstruktur kita," Hasto menambahkan.
Rapat dihadiri oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan sejumlah menteri lainnya.
Baca Juga: Hanya di Surabaya, Naik Bus Canggih Bayarnya Pakai Botol Bekas
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Bukan Hanya Hutan, Blue Carbon Jadi Kunci Baru Redam Krisis Iklim: Seberapa Efektif?
-
Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas
-
Napi Korupsi Ngopi di Kendari Viral, Ini 7 Fakta Supriadi Eks Syahbandar Kolaka
-
Tegang! Upaya Eksekusi Rumah Dinas TNI di Slipi Diwarnai Adu Mulut, Warga Minta Prabowo Turun Tangan
-
Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng
-
Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim
-
DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi
-
Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?
-
KPK Dalami Dugaan Pemerasan THR di Cilacap, 7 Pejabat Diperiksa sebagai Saksi
-
Update Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: 3 Perwira dan 1 Bintara TNI Segera Disidang!