Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo melantik Mayjen TNI (Purn) Soedarmo menjadi pelaksana tugas Gubernur Papua. Soedarmo diminta mendorong rakyat Papua untuk mencoblos di Pilkada Provinsi Papua.
Selain itu Soedarmo juga harus bisa menjaga martabat dan demokrasi, baik Pilkada Gubernur Papua maupun pemilihan bupati di tujuh kabupaten lainnya. Soedarmo adalah Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri.
"Karena itu Pak Darmo (Pejabat Gubernur Papua) saya minta sosialisasikan kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam memilih kepala daerah yang tepat," ucap Tjahjo di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Selasa (10/4/2018).
Soedarmo dilantik untuk sementara menggantikan Lukas Enembe yang telah mengakhiri masa jabatannya periode 2013-2018 sebagai Gubernur Papua bersama wakilnya Klemen Tinal.
Tjahjo menegaskan bahwa pemerintah daerah bukan hanya gubernur hingga ke tingkat kepala desa. Tetapi di dalam struktur pemerintah juga ada TNI dan Polri.
"Saya yakin Pak Darmo mampu karena pernah punya pengalaman yang baik saat menjadi Penjabat Gubernur Aceh pada Pilkada sangat besar di Aceh 2015 lalu," kata politisi PDIP itu.
"Intinya pegang kendali penjabat Gubernur, jaga keamanan sehingga Pilkada Papua dapat berjalan aman dan lancar. Serta roda pemerintahan yang sudah dicapai sebelumnya dapat dilanjutkan," imbuhnya. (Lidya Salmah)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara