Suara.com - Kementerian Dalam Negeri akan menyiapkan sedikitnya 134 ribu lemba Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP), khusus untuk warga yang menganut aliran kepercayaan.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, ada 187 kelompok penghayat kepercayaan di Indonesia yang terdata oleh pemerintah.
"138 ribu sekian, dari 187 (kelompok penghayat kepercayaan) yang berada di 13 provinsi. Ini data dari Kemendikbud. Kalau enam agama yan sah ada di Depag. Misal kalau Islam itu ada 225 juta," ujar Tjahjo di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).
Menurut Tjahjo, kelompok penghayat terbanyak berada di Jawa Barat, salah satunya Sunda Wiwitan.
Tjahjo mengimbau pada kelompok penghayat kepercaya dan warga yang belum memiliki e-KTP untuk segera membuat identitas.
"Kami mengimbau seluruh WN tanpa melihat agamanya apa, aliran kepercayaannya apa. Segera punya e-KTP," kata dia.
Ia menegaskan, tidak ada desain baru e-KTP khusus untuk kelompok penghayat kepercaya. Desain e-KTP, sama dengan yang sudah ada saat ini.
"Begini, sekarang kebanyakan ‘agama/kepercayaan’. Yang agama sah ditulis Islam, Kristen, Hindu, Budha. Kepercayaan kan ditulis apa. Tapi enam agama tadi mengatakan kalau ditulis ‘agama/kepercayaan’, agama itu bukan kepercayaan dan kepercayaan itu bukan agama," jelasnya.
"Tapi juga ada aliran kepercayaan yang mengatakan bahwa kepercayaan itu adalah agama dan keyakinan. Ini masalah administrasi, bahwa pemerintah wajib melindungi seluruh WNI apakah yang beragama atau berkepercayaan, yang penting punya keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Itu saja," jelas Tjahjo.
Baca Juga: Buru Pengedar Miras Oplosan, Polda Metro Bentuk Satgas Khusus
Tetapi, proses pembuatan e-KTP khusus untuk kelompok penghayat kepercaya baru akan dilakukan setelah Pilkada serentak 2018 selesai.
"Setelah pilkada. Toh yang aliran sebagian besar sudah ada KTP tapi kosong. Kami jemput bola di Badui A dan B itu dikosongkan," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard