Suara.com - Wakapolri Komjen Syafruddin berjanji akan menindaklanjuti kasus peredaran minuman keras (miras) oplosan ini secara lebih komprehensif. Bahkan, dia pun akan menggandeng pemerintah agar bisa menuntaskan kasus peredaran miras ini secara bersama-sama.
"Bukan hanya Polri yang menangani. Semua kementerian, lembaga, harus turun tangan. Oleh karenanya, Polri akan mengusulkan kepada pemerintah untuk menjadikan masalah ini diangkat di dalam sidang kabinet atau sidang Kemenko PMK dan Polhukam untuk dibahas di tataran kementerian dan lembaga untuk supaya tuntas masalah ini," kata Syafruddin di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (11/4/2018).
Adapun alasan Syafruddin menggandeng pemerintah, karena dia menganggap regulasi perizinan miras ini harus diatur ulang.
"Semua sistem itu harus dibenahi, regulasinya. Saya sudah singgung tadi masalah perizinan itu regulasi. Semua sistem harus dibenahi, bukan hanya menyelesaikan casenya. Semua sistemnya harus dibenahi," katanya.
Dia juga berharap nantinya dibentuk satuan tugas (satgas) gabungan dari Polri dan pemerintah untuk membenahi izin peredaran miras.
"Semua kementerian lembaga dibenahi sistemnya, kalau perlu dibikin satgas bersama," katanya.
Akibat peredaran miras oplosan ini, sudah ada 82 orang meninggal dunia di beberapa daerah di Indonesia. 82 orang yang tewas itu terdiri dari 31 orang meninggal dunia di Jakarta dan 51 orang di Jawa Barat.
Polisi juga sudah membekuk pengedar miras oplosan di kawasan Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Bekasi. Mereka adalah RS, BOT, DW, ZL, UGI, TMJ dan EJ.
Baca Juga: Jaga Perumahan Sambil Tenggak Miras Oplosan, 2 Satpam Ini Tewas
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo Minta Luhut sampai Purbaya Sampaikan Laporan Terbuka di Sidang Kabinet Paripurna
-
Sidang Kabinet: Prabowo Minta Jajaran Beri Pelayanan Mudik Terbaik Hingga Diskon Tarif
-
Sebelum Sidang Kabinet, Prabowo dan Menteri-menteri Bayar Zakat di Istana Negara
-
Prabowo Pimpin Sidang Kabinet, Prioritaskan Penanganan Bencana dan Kesiapan Nataru
-
Bahlil Lapor ke Prabowo Soal Energi Pasca-Bencana: Insyaallah Aman Bapak
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Disebut Orang Gila oleh Trump, Benjamin Netanyahu: Kami Tetap Sahabat
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA